RADARTUBAN - Sepinya pembeli dalam beberapa tahun terakhir ini memaksa sejumlah pedagang di Pasar Baru Tuban menutup kios dan losnya. Bahkan, ada sebagian yang memilih berjualan di luar pasar ketimbang di dalam. Alasannya, masyarakat mulai enggan masuk ke dalam pasar.
Fenomena yang tidak baik-baik saja itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban Agus Setiawan.
‘’Ada beberapa kios dan los yang memang tutup, tapi ada juga yang sengaja ditinggal pemiliknya karena memilih jualan di luar,’’ katanya.
Menurutnya, kondisi dilematis tersebut sudah berlangsung sejak pandemi Covid-19 tiga tahun lalu. Sepinya pembeli masuk pasar membuat sebagian pedagang memilih berjualan di luar pasar. Di antaranya adalah pedagang buah dan sayuran.
Meski demikian, terang Agus, mereka yang meninggalkan kios dan losnya tersebut tetap membayar uang retribusi kios dan los setiap bulannya.
Disampaikan Agus, keengganan pedagang untuk melepaskan los maupun kiosnya itu lantaran sudah merasa memiliki. Sehingga, meski tak lagi ditempati, mereka tetap mau membayar retribusi.
‘’Mungkin merasa sudah menempati cukup lama. Sehingga mereka lebih memilih bayar daripada dilepaskan,’’ tandasnya. (gi/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama