Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pastikan Tak Ada Lagi Sekolah yang Nebeng, 567 Sekolah Dasar di Tuban Siap Gelar ANBK

Hardiyati Budi Anggraeni • Jumat, 25 Oktober 2024 | 19:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADARTUBAN - Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) jenjang SD akan dilaksanakan pada 28-30 Oktober nanti. Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban memastikan, dari total 567 SD se-Kabupaten Tuban, tidak ada lagi yang nebeng lantaran sarana-prasarana yang tidak mendukung.

Kepastian itu disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SD Disdik Tuban Moch. Nurdin. Disampaikan dia, seluruh SD se-Kabu­paten Tuban telah memas­tikan kesiapannya untuk menggelar ANBK mandiri.

‘’Sudah kami cek, Alham­dulillah tidak ada lagi ken­dala sinyal,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Nurdin, ke­bu­tuhan sarana-prasarana untuk menggelar ANBK di 567 sekolah itu sudah ter­cukupi dengan baik.

‘’Seka­rang ini setiap se­kolah sudah ada komputer. Juga sudah banyak guru yang punya laptop, jadi bisa digu­nakan saat ANBK,” katanya.

Lebih lanjut, mantan Ke­pala Sekolah SDN Kebonsari 2 Tuban itu menyampaikan, untuk persiapan ANBK sudah hampir 100 persen. Baik ke­sia­pan peserta mau­pun guru yang nanti akan mengawasi­nya.

‘’Sejauh dari gladi yang sudah kami la­kukan, gang­guan­nya sangat minim. Anak-anak juga sudah sangat paham ba­gaimana menger­jakan­nya,” ungkap dia.

Kendati demikian, Nurdin tetap memberikan atensi terkait aliran listrik. Sebab, meski sudah melakukan ko­ordinasi dengan pihak PLN saat pelaksanaan gladi ANBK beberapa waktu lalu. Namun, aliran listrik di beberapa sekolah sering juga padam.

‘’Nanti kami akan berkirim surat lagi ke PLN untuk me­mastikan tidak ada pema­daman saat pelak­sanaan ANBK,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, ANBK jenjang SD ini akan diikuti maksimal 30 siswa per lembaga, baik sekolah negeri maupun swasta. Pe­serta yang akan mengikuti ujian dipilih secara acak melalui sistem pusat.

De­ngan demikian, ada kemung­kinan siswa tidak bisa me­ngikuti asesmen. ‘’Yang ujian 30 anak, nanti ada ca­dangannya 5,” terangnya.

Nurdin menjelaskan, meski ANBK sifatnya wajib dila­kukan. Namun, ujian ter­sebut tidak menjadi syarat ke­lulusan, melainkan hanya sebagai tolok ukur pemetaan mutu pendidi­kan di sebuah wilayah.

‘’Dari ANBK nanti, kita akan men­dapatkan rapor terkait kualitas pen­didikan di Tuban seperti apa,” pungkasnya. (gi/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #sd #nebeng #disdik #Siap #kebonsari #Sarana #guru #laptop #ANBK