RADARTUBAN - Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) jenjang SD akan dilaksanakan pada 28-30 Oktober nanti. Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban memastikan, dari total 567 SD se-Kabupaten Tuban, tidak ada lagi yang nebeng lantaran sarana-prasarana yang tidak mendukung.
Kepastian itu disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SD Disdik Tuban Moch. Nurdin. Disampaikan dia, seluruh SD se-Kabupaten Tuban telah memastikan kesiapannya untuk menggelar ANBK mandiri.
‘’Sudah kami cek, Alhamdulillah tidak ada lagi kendala sinyal,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan Nurdin, kebutuhan sarana-prasarana untuk menggelar ANBK di 567 sekolah itu sudah tercukupi dengan baik.
‘’Sekarang ini setiap sekolah sudah ada komputer. Juga sudah banyak guru yang punya laptop, jadi bisa digunakan saat ANBK,” katanya.
Lebih lanjut, mantan Kepala Sekolah SDN Kebonsari 2 Tuban itu menyampaikan, untuk persiapan ANBK sudah hampir 100 persen. Baik kesiapan peserta maupun guru yang nanti akan mengawasinya.
‘’Sejauh dari gladi yang sudah kami lakukan, gangguannya sangat minim. Anak-anak juga sudah sangat paham bagaimana mengerjakannya,” ungkap dia.
Kendati demikian, Nurdin tetap memberikan atensi terkait aliran listrik. Sebab, meski sudah melakukan koordinasi dengan pihak PLN saat pelaksanaan gladi ANBK beberapa waktu lalu. Namun, aliran listrik di beberapa sekolah sering juga padam.
‘’Nanti kami akan berkirim surat lagi ke PLN untuk memastikan tidak ada pemadaman saat pelaksanaan ANBK,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, ANBK jenjang SD ini akan diikuti maksimal 30 siswa per lembaga, baik sekolah negeri maupun swasta. Peserta yang akan mengikuti ujian dipilih secara acak melalui sistem pusat.
Dengan demikian, ada kemungkinan siswa tidak bisa mengikuti asesmen. ‘’Yang ujian 30 anak, nanti ada cadangannya 5,” terangnya.
Nurdin menjelaskan, meski ANBK sifatnya wajib dilakukan. Namun, ujian tersebut tidak menjadi syarat kelulusan, melainkan hanya sebagai tolok ukur pemetaan mutu pendidikan di sebuah wilayah.
‘’Dari ANBK nanti, kita akan mendapatkan rapor terkait kualitas pendidikan di Tuban seperti apa,” pungkasnya. (gi/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama