Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Soegondo Djojopuspito, Perumus Sumpah Pemuda Asal Tuban yang Terlupakan; Dipercaya Memimpin Sidang Kongres Pemuda ke-II

Yudha Satria Aditama • Minggu, 27 Oktober 2024 | 21:20 WIB

Ini

Ilustrasi SoegondoDjojopuspito, Perumus Sumpah Pemuda Asal Tuban
Ilustrasi SoegondoDjojopuspito, Perumus Sumpah Pemuda Asal Tuban

Setiap kali memasuki akhir Oktober, peringatan Sumpah Pemuda selalu berkumandang di berbagai penjuru Indonesia. Namun, sebagian kalangan hanya mengingat momennya. Sementara tokoh-tokohnya mulai dilupakan. Salah satu perumus Sumpah Pemuda adalah Soegondo Djojopuspito. Dia adalah pemuda asal Kabupaten Tuban.

 

MUNGKIN namanya tidak sebesar tokoh-tokoh di masa itu, seperti Ir Soekarno, Muhammad Hatta, M. Yamin, maupun W.R. Supratman.

Namun, peran Soegondo Djojopuspito dalam berlangsungnya Kongres Pemuda ke-II yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 cukup sentral dan patut disejajarkan dengan tokoh-tokoh lainnya.

Pada masa itu, Soegondo mendapat kepercayaan untuk memimpin jalannya kongres yang dihadiri sebagian besar utusan dari organisasi-organisasi kepemudaan dari seluruh tanah air. Pria yang lahir pada 22 Februari 1905 itu ditunjuk sebagai ketua pelaksana dalam Kongres Pemuda ke-II yang dilaksanakan di Batavia.

Jejak sejarah Soegondo Djojopuspito selama berjibaku dalam memersatukan pemuda dari berbagai suku di Indonesia itu tertulis dalam catatan Teguh Fatchur Rozi, pemerhati sejarah asal Tuban.

Dalam arsip catatan yang dirangkumnya, Soegondo lahir dari rahim Nyi Kromosardjono, yang dipersunting Kromosardjono, seorang penghulu dan mantri juru tulis di salah satu desa di Tuban.

‘’Waktu persidangan di Kongres Pemuda ke-II, Soegondo dipercaya memimpin sambutan untuk memperkuat semangat para pemuda. Bahkan, dia berjejer dengan M. Yamin yang memberi sambutan setelahnya,’’ ungkap Teguh.

Bahkah, lanjut dia, M. Yamin yang duduk di sebelahnya Soegondo menyodorkan secarik kertas dan berbisik, ik heb een alganter formuleren voor de resolutie, yang artinya, saya mempunyai rumusan resolusi yang lebih luwes.

Selembar kertas itu tertulis tiga trilogi Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa. ‘’Kemudian Soegondo memberikan paraf pada kertas tersebut yang menyatakan setuju dan diikuti oleh anggota lainnya,’’ ungkap sejarawan asal Kecamatan Palang itu.

Namun sayang, perjuangan Soegondo dalam mempersatukan pemuda dan masyarakat Indonesia itu tak diiring dengan gelar yang sepantasnya diraih.

‘’Sudah sepantasnya Soegondo mendapat gelar Pahlawan Nasional, namun karena kurang perhatiannya dari berbagai pihak membuatnya terkesan dilupakan,’’ ujar Teguh.

Pada 28 Oktober 2021 lalu—dalam peringatan Sumpah Pemuda di Alun-Alun Tuban, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Bupati Tuban untuk segera mengusulkan gelar Pahlawan Nasional untuk Soegondo Djojopuspito.

Gubernur meminta agar Pemkab Tuban segera melengkapi berkas persyaratan pengajuan Soegondo sebagai Pahlawan Nasional. ‘’Jadi, mohon berkas pengajuan segara diajukan oleh Pemkab Tuban dan dilengkapi, kemudian diteruskan ke provinsi untuk segera diajukan ke dewan gelar nasional,’’ kata Khofifah waktu itu.

Terpisah, saat dikonfirmasi oleh wartawan koran ini, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban Sumardi menyampaikan, progres pencarian data telah dilakukan. ‘’Untuk progresnya, kurang lebih sekarang berada di Bappeda-Litbang (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan) Tuban,’’ paparnya.

Sementara itu, Plt Bappeda Litbang Tuban Nurul Fuadiyah saat dikonfirmasi terkait progres pengusulan gelar pahlawan nasional untuk Soegondo tersebut, pihaknya belum bisa memastikan.

Dia meminta waktu melakukan koordinasi dengan jajaran yang membidanginya. ‘’Saya juga masih menunggu perkembangannya,’’ tandas dia. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Dilupakan #peringatan #sumpah pemuda #Kongres Pemuda II #perumus #Tokoh #Kalangan #oktober #Soegondo Djojopoespito