Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Minim Tangani Kekeringan di Tuban, CSR Pertamina Jadi Sorotan DPRD

M. Mahfudz Muntaha • Rabu, 30 Oktober 2024 | 01:05 WIB
Photo
Photo

 

RADARTUBAN – Minimnya kon­tribusi dana corporate social responsibility (CSR) dari Pertamina untuk pena­nganan kekeringan men­dapat atensi dari DPRD Tuban. Khususnya di wila­yah Tuban selatan yang merupakan ladang eks­plorasi minyak.


Sorotan atas minimnya kepedulian Pertamina dalam turut serta menangani ke­keringan, itu disampaikan saat Rapat Paripurna Pan­dangan Umum Fraksi tentang Ranca­ngan Anggaran Pen­dapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, kemarin (28­/10). Salah satunya dari Fraksi Demokrat Amanat Pem­bangunan (FDAP).


Dalam pandangannya, FDAP menyampaikan bah­wa kekayaan alam di wilayah Tuban selatan, seperti di Kecamatan Senori dan Parengan tidak sebanding dengan dampak kekeringan yang dialami masyarakat setempat. Terlebih saat musim kemarau seperti sekarang ini.

‘’Ini sesuatu yang penting, saya sempat tidak bisa tidur memikirkan masalah ke­marau di Kecamatan Senori dan Parengan. Di sana ada Pertamina yang mengeruk minyak, tapi tidak ada kon­tribusi dalam menye­lesaikan persoalan air, ini kan lucu,’’ ujar Ketua FDAP Imam Sutiyono saat menyam­paikan pandangan umumnya.


Semestinya, tegas Imam, ketika Pertamina bisa men­cari minyak untuk ke­pentingan mereka, maka sudah se­wajarnya mem­berikan dampak positif kepada masyarakat.

Mi­nimal ada upaya untuk membantu warga dalam mencari sumber mata air.

‘’Dan itu bisa menggunakan dana CSR perusahaan,’’ tegasnya.


Untuk menyampaikan as­pirasi dari masyarakat atas kondisi yang terus berlarut tersebut, Imam meminta kepada Pemkab Tuban untuk memfasilitasi perte­muan dengan perusahaan dimaksud.

‘’Kami ingin menyelesaikan masalah ini. Untuk itu, kami berharap ada pertemuan de­ngan pihak Pertamina,’’ ujarnya.


Isu yang sama juga di­sampaikan juru bicara Fraksi Gerindra, Muhammad Zaki Sulton.

Namun, dia tidak me­nyoroti Pertamina. Melainkan kekeringan yang terjadi di sejumlah desa.

Politisi muda dari daerah pemilihan (dapil) 1 itu mendorong Pemkab Tuban untuk mencarikan solusi permanen atas dampak kekeringan di sejumlah desa. Sehingga, ketika memasuki musim kemarau, warga tidak lagi resah.

‘’Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan pengeboran sumber air,’’ katanya.


Menanggapi pandangan fraksi, usai rapat paripurna, Pjs Bupati Tuban Agung Subagyo menegaskan bahwa masalah kekeringan selalu menjadi fokus Pemkab Tuban.

Termasuk dalam rancangan APBD 2025.

Alokasi penanga­nan keke­ringan sudah diang­garkan sesuai kemampuan peme­rintah daerah.

‘’Dari pan­dangan teman-teman fraksi soal kekeringan telah kami petakan untuk penanga­nannya dengan jangka pan­jang, menengah, dan jangka pendek,’’ ujarnya.


Agung mencontohkan, ketika satu desa mengalami keke­ringan kritis, maka penanga­nannya adalah program jangka pendek berupa distribusi air bersih.

Kemudian jangka menengah berupa pengeboran sumber mata air di wilayah terdekat yang memiliki lokasi sumber air. Sedangkan jangka panjang berupa pipanisasi air bersih. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kekeringan #pertamina #CSR Pertamina