Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tingkatkan Eksistensi Bahasa dan Sastra Indonesia Melalui Kemah Sastra 2

Hardiyati Budi Anggraeni • Kamis, 31 Oktober 2024 | 03:49 WIB
Kabid Pengelolaan Pendidikan Disdik Tuban, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Tuban, Duta Pariwisata, serta anggota MGMP Bahasa Indonesia Tuban foto bersama dengan peserta Kemah Sastra 2
Kabid Pengelolaan Pendidikan Disdik Tuban, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Tuban, Duta Pariwisata, serta anggota MGMP Bahasa Indonesia Tuban foto bersama dengan peserta Kemah Sastra 2

RADARTUBAN - Sesuai dengan tema­nya: Meningkatkan Eksistensi Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Digital, Mu­­syawarah Guru Mata Pelajaran (MG­MP) Bahasa Indonesia Tuban me­nye­leng­garakan kemah sastra kedua.

Kegiatan ini rutin di gelar sebagai ajang penge­nalan sastra terhadap siswa SMP se-Kabupaten Tuban.

Kegiatan Kemah Sastra 2 ini di­laksanakan selama dua hari, Selasa-Rabu, 29–30 Oktober 2024. Bertem­pat di Bumi Perkemahan Sen­dang Wangi, Kecamatan Me­rakurak. Diikuti sebanyak 186 peserta dari 62 sekolah SMP se-Kabupaten Tuban.

Di hari pertama, para pe­serta men­dapat materi ter­kait sastra dan pariwisata dari Dr. Sa­riban serta Duta Pari­wisata Tuban. Dan di hari kedua, diuji melalui tiga per­lombaan, yak­ni mem­­­baca puisi, cipta puisi, serta info­rgrafi.

Situasi saat perlombaan cipta puisi dalam acara Kemah Sastra 2
Situasi saat perlombaan cipta puisi dalam acara Kemah Sastra 2

Ketua MGMP Bahasa Indo­nesia Kabupaten Tuban Fajrin Muharom Afandi mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutinan yang digelar saban tahun. Di tahun ini, jum­lah peserta mengalami pening­katan dari tahun sebelum­nya. ‘’Al­hamdulillah, kalau tahun lalu hanya 51 tim, sekarang sudah 62 tim,’’ katanya.

Fajrin mengatakan, kemah ini sengaja dipilih sebagai ajang mem­­pererat tali si­laturahmi an­tar­siswa dan pembina. Sehingga rasa ke­ber­samaan semakin ter­bangun. ‘’Dari kegiatan bersama ini, kita bisa saling mengenal dan tahu orang­nya, bukan sekadar namanya saja,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, Fajrin ber­harap, kegiatan ini bisa mem­berikan manfaat secara luas, baik dari segi materi maupun relasi per­temanan. ‘’Semoga anak-anak bi­sa mendapatkan hal-hal positif dari kegiatan ini,’’ harapnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Pen­didikan SMP Disdik Tuban Siswo Suwarko yang hadir dalam kegiatan ter­sebut memberikan apresiasi yang luar biasa atas ter­selenggaranya Kemah Sastra ke-2 tersebut.

‘’Ini meru­pakan kegiatan yang sangat positif untuk anak-anak. Selain untuk belajar, juga untuk menambah relasi antarsekolah,” ujarnya.

Mantan Kepala SMPN 2 Rengel itu mengatakan, ke­giatan Kemah Sastra ini juga menjadi bukti bahwa belajar tidak harus di dalam kelas. Belajar bisa dilakukan di ruang terbuka.

Sehingga, para siswa bisa belajar me­nye­suaikan diri dalam kon­disi yang mungkin belum pernah dialaminya. ‘’Ini sungguh akan menjadi penga­laman luar biasa untuk anak-anak,” pungkasnya. (gi)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #dinas pendidikan #siswa #Peserta #Disbudporapar #kemah sastra #Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) #bahasa indonesia