Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ratusan Siswa SD di Tuban Masih Kesulitan Membaca dan Berinteraksi

Hardiyati Budi Anggraeni • Jumat, 1 November 2024 | 22:35 WIB
Photo
Photo

 

RADARTUBAN – Kemajuan teknologi dan ketersediaan sarana-prasarana pendidikan yang semakin memadai, ternyata belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kemampuan anak dalam hal membaca dan menalar pelajaran. Termasuk di Tuban.

Sepanjang tahun ini, misalnya, disdik menemukan sekitar 200 siswa SD kelas 3 dan 6 yang belum bisa membaca dan mengalami kesulitan dalam belajar.

Data cukup mengejutkan itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SD Disdik Tuban Moch. Nurdin.

Disampaikan dia, selain kesulitan membaca dan menyerap pelajaran yang disampaikan gurunya, mereka juga kesulitan bersosialisasi.

‘’Masih sering kami temukan ada anak yang kesulitan bersosialisasi dengan sekitarnya. Ketika di kelas hanya diam,’’ ujarnya.

Disampaikan Nurdin, keterlambatan dalam membaca bisa dimaklumi jika masih kelas 1 dan 2.

Namun, terang dia, jika sudah menginjak kelas 3 masih belum bisa membaca, maka diperlukan asesmen khusus agar tidak terlambat.

‘’Kalau sudah kelas 3 belum bisa membaca, itu patut dipertanyakan. Sehingga harus berikan asesmen khusus, misalnya memberikan arahan kepada guru kelasnya. Sedangkan kelas 6 akan diberikan arahan afirmasi (jika memiliki kebutuhan khusus) saat mau melanjutkan ke jenjang SMP,’’ ujarnya.

Asesmen tidak hanya berlaku untuk siswa, tapi juga guru dan orang tua. Sehingga, penyebab anak yang masih kesulitan membaca, menalar pelajaran, dan bersosialisasi itu dapat diketahui secara komprehensif.

‘’Peran orang tua sangat penting, karena mendidikan anak (dalam hal membaca, menalar pelajaran, dan kemampuan bersosialisasi, Red) tidak serta merta tanggung jawab guru, tapi juga orang tua. Bahkan orang tua memiliki peran cukup penting,’’ terangnya.

Asesmen tersebut, terang Nurdin, bisa dilakukan dengan cara pendampingan dari tim psikolog.

Hanya saja, mantan Kepala SDN Kebonsari 2 Tuban ini tidak menjelaskan secara detail proses pendampingan yang dimaksud.

Dia hanya menyampaikan bahwa penanganan yang tepat bisa memengaruhi prestasi siswa. (gi/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#sd #pendidikan #Buta Baca #tak bisa baca