Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Masih Ditemukan, Anak SMP Kesulitan Membaca-Berhitung

Hardiyati Budi Anggraeni • Rabu, 6 November 2024 | 16:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADARTUBAN - Keterlambatan membaca pada anak ter­nyata tidak hanya dialami siswa usia sekolah dasar (SD). Di jenjang sekolah menengah pertama (SMP), juga ditemu­kan sejumlah siswa kesulitan membaca dan melakukan perkalian sederhana.

Selain kesulitan mem­baca dan berhitung, sebagian yang lain juga masih kesu­litan dalam menyerap pela­jaran.

‘’Jika dibanding kesu­litan mem­baca dan ber­hitung, yang pa­ling banyak adalah kesulitan menyerap pelaja­ran,’’ kata Kepala Pe­ngelolaan Pen­didikan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Siswo Suwarko.

Berbeda dengan SD yang proses asesmennya dikhusus­kan kelas 3 dan 6. Di jenjang SMP, asesmen dilakukan untuk kelas 7, 8, dan 9. Hanya saja, Siswo tidak menyebut berapa jumlah anak yang masih kesulitan membaca dan me­nyerap pelajaran tersebut.

Menurutnya, ada banyak faktor yang memengaruhi anak kesulitan membaca menyerap pelajaran tersebut. Termasuk faktor dari ling­kungan keluarga.

‘’Jadi, ada banyak faktor yang meme­ngaruhi. Dari orang tua yang tidak terlalu perhatian juga bisa menjadi faktor,’’ katanya.

Sayangnya, terang Siswo, masih ada sebagian orang tua yang menganggap bahwa keter­lambatan anak dalam membaca sebagai aib. Dan karena dianggap aib, se­hingga mereka enggan me­nerima hasil asesmen yang dilakukan psikolog.

‘’Banyak orang tua yang menyangkal bahwa keterlambatan mem­baca dan menyerap pela­jaran itu bukan karena anak­nya menga­lami kekura­ngan (ber­kebutuhan khu­sus), tapi karena anaknya memang malas belajar,’’ ujarnya.

Ditegaskan Siswo, peran orang tua dalam membantu anak belajar ini sangat pen­ting. Sebab, tanggung jawab men­didik anak bukan hanya di sekolah.

‘’Di rumah men­jadi tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak masing-masing. Misalnya, selepas sekolah, orang tua bisa mengu­lang kembali mata pelajaran yang diajar­kan di sekolah,’’ ujarnya sebagai bentuk elabo­rasi pembelajaran saat di rumah.

Lebih lanjut, mantan Ke­pala SMPN 2 Rengel itu me­ne­gaskan, hasil asesmen penting diketahui oleh setiap orang tua atau wali murid. ‘’Tu­juannya, agar guru dan orang tua bisa berkolaborasi untuk mendampingi anak tersebut,’’ tandasnya. (gi/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #kelas #Sekolah Dasar #smp #menghitung #disdik #Menyerap #pelajaran #membaca