Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tambang Masih Beroperasi, Kades Leran Wetan: Saya Sudah Lelah, Atas Aktivitas Tambang Batu Kapur yang Diduga Ilegal dan Penyerobotan Tanah Warga

Andreyan (An) • Rabu, 6 November 2024 | 20:35 WIB
Photo
Photo

 

RADARTUBAN – Usaha Suyadi memperjuangkan tanah miliknya yang dikeruk untuk bisnis tambang oleh oknum polisi menemui jalan terjal.

Upayanya mendatangi kan­tor balai Desa Leran Wetan, Kecamatan Palang untuk mencocokan sertifikat ta­nah­nya dengan buku letter C desa tidak membuahkan hasil.


‘’Saya meminta baik-baik, tapi tidak diperlihatkan,’’ ujar petani 41 tahun itu de­ngan nada kecewa.


Suyadi merasa bahwa pe­rangkat desa setempat cen­derung pasif masalah du­gaan penyerobotan tanah yang dihadapinya.

‘’Lahan saya menjadi tumbal tam­bang, tapi mereka (perangkat desa, Red) tidak responsif sama sekali,’’ jelasnya.


Sebelumnya, Suyadi telah melaporkan KS dan oknum polisi berinisial DT di Ma­polres Tuban atas perkara penyerobotan tanah mi­liknya. Lahan miliknya sekitar 7 meter dikeruk oleh dua ekskavator tanpa se­pengetahuannya.


Sementara itu, Kepala Desa Leran Wetan Budi Utomo saat konfirmasi wartawan koran ini di ruang kerjanya Selasa (5/11), menyam­paikan bahwa tanah yang dipersoalkan itu merupakan tanah milik mendiang ba­paknya, dan belum ada pe­r­nyataan resmi yang me­nyatakan tanah tersebut dikuasai oleh Suyadi se­penuhnya.

‘’Karena keter­batasan alat yang kami punya ditambah dengan medan di lokasi, membuat pengukuran tanah tidak sesuai rencana, ditambah dengan adanya bekas galian di lokasi yang menyulitkan kami,’’ jelasnya.


Budi menyebut, tambang yang diduga beroperasi di tanah Suyadi sudah ber­operasi sejak lama. Hanya saja, dia tidak mengetahui kelengkapan perizinannya.

Selain itu, Budi juga sudah sering melaporkan aktivitas lalu-lalang truk yang me­rusak akses jalan menuju lahan pertanian warga.


‘’Sudah berkali-kali saya sampaikan ke pihak keca­matan dan kabupaten, na­mun tidak ada tindak lanjut. Saya sudah lelah dengan kondisi saat ini,’’ ujarnya yang seakan sudah tidak bisa berbuat banyak.


Lebih lanjut dikatakan oleh­nya, beberapa hari lalu, pe­nyidik Satreskrim Polres Tuban juga mendatanginya untuk menggali keterangan mengenai kasus perkara penyerobotan tanah yang terjadi di wilayah administra­tifnya.

‘’Terkait ini (laporan dugaan penyerobotan tanah, Red)) bisa langsung tanya ke polisi,’’ ujarnya singkat.


Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban di lokasi Selasa (5/11), aktivitas tambang yang diduga dikelola oleh oknum polisi tersebut masih berlangsung cukup padat dengan antrean truk muatan batu kapur berjejer di sepanjang jalan. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#tambang #tambang ilegal #kriminal