RADARTUBAN – Usaha Suyadi memperjuangkan tanah miliknya yang dikeruk untuk bisnis tambang oleh oknum polisi menemui jalan terjal.
Upayanya mendatangi kantor balai Desa Leran Wetan, Kecamatan Palang untuk mencocokan sertifikat tanahnya dengan buku letter C desa tidak membuahkan hasil.
‘’Saya meminta baik-baik, tapi tidak diperlihatkan,’’ ujar petani 41 tahun itu dengan nada kecewa.
Suyadi merasa bahwa perangkat desa setempat cenderung pasif masalah dugaan penyerobotan tanah yang dihadapinya.
‘’Lahan saya menjadi tumbal tambang, tapi mereka (perangkat desa, Red) tidak responsif sama sekali,’’ jelasnya.
Sebelumnya, Suyadi telah melaporkan KS dan oknum polisi berinisial DT di Mapolres Tuban atas perkara penyerobotan tanah miliknya. Lahan miliknya sekitar 7 meter dikeruk oleh dua ekskavator tanpa sepengetahuannya.
Sementara itu, Kepala Desa Leran Wetan Budi Utomo saat konfirmasi wartawan koran ini di ruang kerjanya Selasa (5/11), menyampaikan bahwa tanah yang dipersoalkan itu merupakan tanah milik mendiang bapaknya, dan belum ada pernyataan resmi yang menyatakan tanah tersebut dikuasai oleh Suyadi sepenuhnya.
‘’Karena keterbatasan alat yang kami punya ditambah dengan medan di lokasi, membuat pengukuran tanah tidak sesuai rencana, ditambah dengan adanya bekas galian di lokasi yang menyulitkan kami,’’ jelasnya.
Budi menyebut, tambang yang diduga beroperasi di tanah Suyadi sudah beroperasi sejak lama. Hanya saja, dia tidak mengetahui kelengkapan perizinannya.
Selain itu, Budi juga sudah sering melaporkan aktivitas lalu-lalang truk yang merusak akses jalan menuju lahan pertanian warga.
‘’Sudah berkali-kali saya sampaikan ke pihak kecamatan dan kabupaten, namun tidak ada tindak lanjut. Saya sudah lelah dengan kondisi saat ini,’’ ujarnya yang seakan sudah tidak bisa berbuat banyak.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, beberapa hari lalu, penyidik Satreskrim Polres Tuban juga mendatanginya untuk menggali keterangan mengenai kasus perkara penyerobotan tanah yang terjadi di wilayah administratifnya.
‘’Terkait ini (laporan dugaan penyerobotan tanah, Red)) bisa langsung tanya ke polisi,’’ ujarnya singkat.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban di lokasi Selasa (5/11), aktivitas tambang yang diduga dikelola oleh oknum polisi tersebut masih berlangsung cukup padat dengan antrean truk muatan batu kapur berjejer di sepanjang jalan. (an/tok)