RADARTUBAN – Seperti mengurai benang kusut. Semakin ke sini, problem yang membelit Persatu Tuban semakin rumit.
Jika sebelumnya para suporter mengklaim bahwa para pemegang saham tak kunjung melepas Persatu untuk dikelola Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Tuban, kini giliran pemegang saham yang mengaku menunggu kesediaan pihak luar untuk mengelola tim berjuluk Laskar Ronggolawe tersebut.
‘’Ini (kesediaan untuk mengelola Persatu, Red) masih kami tunggu,’’ ujar Direktur PT Persatu Putra Tuban Fahmi Fikroni.
Disampaikan Roni—sapaannya, manajemen Persatu memberikan kesempatan selebar-lebarnya kepada siapa saja yang ingin mengelola Persatu.
‘’Tapi sampai saat ini belum ada yang merapat,’’ katanya.
Anggota DPRD Tuban itu menegaskan, jika ada yang berniat dan sungguh-sungguh ingin mengelola Persatu, dirinya mempersilakan sepenuhnya.
Namun, kesungguhan itu harus dibarengi dengan komitmen pendanaan dan memiliki target yang jelas.
Baginya, kesiapan anggaran menjadi sangat penting lantaran kompetisi membutuhkan biaya besar.
‘’Untuk lolos fase grup saja membutuhkan anggaran ratusan juta. Apalagi ke tingkat nasional, tentu miliaran,’’ ujarnya.
Politikus PKB itu tidak ingin mengelola Persatu dengan hanya asal.
‘’Kalau ingin mengelola Persatu dan ikut Liga 4 Jatim, ya harapannya bisa lolos fase grup dan mengikuti babak selanjutnya,’’ tegasnya.
Politikus asal Kecamatan Jenu itu memastikan, jika sampai Desember nanti tidak ada pihak luar yang berniat mengelola Persatu, pihaknya akan “mengandangkan’ tim kebanggan wong Tuban itu.
Artinya, dipastikan tidak akan ikut kompetisi Liga 4.
‘’Sebab dari manajemen tidak bisa mendanai sendiri. Kalau tidak ada pendanaan, sementara tahun ini Persatu vakum dulu,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama