Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Yayasan Ash Shomadiyah Tuban Jadi Tuan Rumah Olimpiade Santri Nusantara, Mencari Santri-Santri Terbaik Kabupaten Tuban

Hardiyati Budi Anggraeni • Senin, 11 November 2024 | 04:02 WIB
Photo
Photo

 

RADARTUBAN – Memperingati satu abad Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri. Minggu(10/11), Yayasan Ash Shomadiyah menggelar Olimpiade Santri Nusantara.

Mengusung tema Meles­tarikan Ngaji Meneguhkan Khidmah Alfalah untuk Bangsa. Kegiatan ini diikuti 206 peserta dari 38 pesantren se-Kabupaten Tuban.

Ketua Panitia Muhammad Aqil Dhulfikri mengatakan, kegiatan ini sekaligus ajang seleksi tingkat kabupaten untuk mencari kandidat terbaik yang nantinya mewakili Kabupaten Tuban di zona dua.

Foto-Foto lainnya klik disini


Dijelaskan dia, Olimpiade Santri Nasional ini terdiri dari enam cabang per­lombaan, meliputi Nadzom Aqidatul Awam, Qiroatil Kitab Fathul Qorib, Hifdzin Nadzan Alfiyah, Hifdzin Nadzan Jauharul Maknun, MQK Shohih Bukhori, dan MQK Tafsir.


‘’Santri yang terpilih nanti akan berkompetisi lagi di zona dua, meliputi Kabu­paten Bojonegoro, Lamo­ngan, Gresik, dan Surabaya,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.


Mewakili tuan rumah se­kaligus Ketua Yayasan Ash Shomadiyah, Riza Sho­la­huddin Habibi berpesan agar semua peserta yang mengikuti kompetisi ini menata niat dengan naik.

‘’Niatkan kegia­tan per­lombaan ini untuk melak­sanakan tiga kunci penting yang telah diajarkan kepada santri, yaitu keilmuan, akh­lak, dan menangkal radi­kalisme. Jangan meniatkan untuk mendapatkan hadiah saja,’’ pesannya.


Disampaikan Gus Riza—sapaan akrabnya, Olimpiade Santri Nusantara ini me­rupakan ajang untuk me­ngasah dan meningkatkan keilmuan santri.

Jika bia­sanya hanya mengikuti lomba olimpiade sains, fi­sika, kimia, dan matematika, kini olim­piade keagamaan. ‘’Jadi, ini merupakan pe­ngalaman baru yang sangat berharga,’’ tuturnya.


Lebih lanjut, Gus Riza berpe­san, untuk memiliki ilmu, santri harus terus memper­kaya diri dalam membaca.

Terlebih, di era sekarang ini. Kegemaran membaca men­jadi hal sangat penting seiring perkembangan teknologi dan media sosial yang sema­kin masif.

‘’De­ngan mengikuti lomba ini, santri akan terbiasa mem­baca,’’ ujarnya.


Di sisi lain dan tidak kalah penting, terang Gus Riza, santri harus memiliki karakter sopan-santun dan berbudi luhur.

Ini penting untuk menangkal terjadinya bullying di lingkungan sekolah dan pesantren. Sebab, bullying juga terjadi di lingkungan pesantren.

Namun, jika dibanding dengan sekolah umum, bullying di pondok pesantren lebih sedikit.

‘’Kalau dijumlah, kita bisa memastikan bahwa kasus tersebut memang banyak terjadi di lembaga umum daripada lembaga keagamaan,” papar Gus Riza.


Dan yang tidak kalah pen­ting, terang Gus Riza, adalah me­nangkal radikalisme. Meski saat ini tidak ditemukan pelaku radikalisme seperti saat zaman PKI.

Namun, bibit-bibit yang menjurus ke arah radikalisme sering ditemui di kalangan masya­rakat. Diharapkan, de­ngan memiliki akhlak dan berbudi luhur, serta pengeta­huan dan pengalaman yang luas, para santri bisa menjadi duta-duta toleransi untuk menangkal radikalisme di Indonesia.


Sementara itu, Ketua PCNU Tuban KH Ahmad Daman­huri sangat mengapresiasi atas terselenggaranya Olim­piade Santri Nusantara.

‘’Ini merupakan agenda yang sangat bagus untuk mencari santri-santri terbaik yang me­mahami kitab salaf,’’ tuturnya.


Lebih lanjut disampaikan Kiai Daman—sapaannya, pondok pesantren meru­pakan pilar sebuah negara. Artinya, ketika santri kuat maka negara ini juga kuat.

‘’Santri selalu konsisten dalam menjaga ajaran-aja­ran salaf dari Rasulullah,’’ katanya.


Kiai Daman berharap, ke­bera­daan pondok pesantren bisa menghadirkan santri-santri yang memiliki budi pekerti luhur dan memiliki pemahaman men­dalam tentang Islam.

‘’Kegiatan seperti ini bisa mendorong kebaikan santri, terutama santri salaf,’’ tandasnya. (gi/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #madrasah #madrasah aliyah #santri #Ash Shomadiyah Tuban