RADARTUBAN – Debat publik kedua pasangan calon (paslon) bupati–wakil bupati Tuban, Riyadi-Wafi Abdul Rosyid dan Aditya Halindra Faridzky-Joko Sarwono, Sabtu (9/11) malam berjalan cukup panas dibanding debat pertama pada 20 Oktober lalu. Selama debat, keduanya tampak saling serang.
Puncaknya pada segmen tanya jawab.
Meningginya intensitas debat itu bermula saat paslon 01 Riyadi-Wafi melontarkan pertanyaan bahwa kebijakan Pemkab Tuban era kepemimpinan Bupati Aditya Halindra Faridzky tidak berpihak terhadap pendidikan agama. Salah satunya, menghapus bantuan operasional daerah (bosda) untuk madrasah diniyah sejak tiga tahun terakhir.
Mendapat pertanyaan yang terkesan menyudutkan, paslon 02 Aditya Halindra Faridzky-Joko Sarwono dengan tegas menjawab bahwa pertanyaan yang dilontarkan paslon 01 merupakan fitnah tidak mendasar.
Namun, Lindra—sapaan akrab cabup 02—merasa bersyukur dengan adanya pertanyaan tersebut.
Sebab, akhirnya bisa memberikan klarifikasi atas fitnah yang berkembang di masyarakat.
Diungkapkan Lindra, sejak pencalonan dirinya pada periode pertama sudah mendapat fitnah bahwa tidak berpihak kepada pendidikan agama.
‘’Dulu, pertama kali maju (menjadi cabup periode pertama, Red) juga difitnah akan menghilangkan insentif guru TPQ dan madin. Tapi nyatanya tuduhan itu tidak benar,’’ tegasnya.
Lindra menegaskan, saat awal memimpin Tuban pada 2021 lalu, insentif hanya diberikan kepada 6.000 guru TPQ.
‘’Dan faktanya, insentif kami tingkatkan menjadi hampir 10 ribu guru. Lalu, sekarang ada fitnah lagi—bahwa kita akan menghapus bosda madin. Dan faktanya tidak benar,’’ ujarnya.
Bahkan, tegas dia, dalam beberapa bulan ke depan, Pemkab Tuban akan merealisasikan insentif untuk 580 lembaga madin dan 65 lembaga yang belum terkaver akan dianggarkan di 2025.
‘’Dan ada sekitar 2.500 lebih guru akan menerima insentif dari APBD,’’ bebernya.
Karena itu, Lindra berterima kasih dengan pertanyaan yang dianggap fitnah tersebut. Sebab, dengan adanya pertanyaan tersebut, dia akhirnya bisa memberikan klarifikasi.
‘’Ini sekaligus menjawab fitnah yang dituduhkan kepada kami,’’ tandasnya.
Hanya saja, ketika pertanyaan tersebut dianggap fitnah, paslon 01 tidak mampu memberikan sanggahan cukup berarti. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama