Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rekapitulasi Polling Dukungan Pembaca terhadap Paslon Bupati-Cawabup Tuban 2024, Kamis (14/11). Selisih Dukungan Hanya Terpaut 19,64 Persen

radar tuban digital • Jumat, 15 November 2024 | 18:30 WIB
Ahmad Abruron (kiri) dan Endang Tri Wahyuni (kanan) mengirimkan balot di kantor Radar Tuban.
Ahmad Abruron (kiri) dan Endang Tri Wahyuni (kanan) mengirimkan balot di kantor Radar Tuban.

RADARTUBAN-Memasuki hari ke-58 Polling Dukungan Pembaca ter­hadap Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Tuban 2024, kemarin (14/11), pasangan calon (paslon) bupati H. Riyadi, SH., M.KP dan wakil bupati Wafi Abdul Rosyid (Riyadi-Wafi) mampu mem­perkecil selisih perolehan balot. Itu setelah pada rekapitulasi pukul 17.00 kemarin (14/11), mereka mendapat tambahan 46 balot.

Dengan tam­bahan tersebut total dukungan se­mentara terhadap paslon yang diusung Partai Hanura, Partai Buruh, PBB, dan Partai Gelora itu menjadi 311 balot (40,18 persen).

Dukungan tersebut terpaut 152 balot atau 19,64 persen dari paslon bupati Aditya Halindra Faridzky, SE-wakil bupati Drs. Joko Sarwono (Lindra-Joko).

Kemarin, total dukungan semen­tara terhadap Lindra-Joko masih bertahan di angka 463 balot (59,82 persen). Dukungan balot terhadap paslon yang diusung Partai Golkar, PKB, PKS, PAN, Gerindra, PPP, PDIP, dan Partai Demokrat itu be­lum terkerek sejak dua hari terakhir.

Ahmad Abruron, salah satu pen­dukung Riyadi-Wafi menyampaikan alasan mendukung paslon pilihannya tersebut karena ketokohan Gus Wafi, panggilan akrab Wafi Abdul Rosyid.

‘’Saya sering mengikuti pengajian beliau. Saya suka materi pengajiannya,’’ ujar warga Desa Saringembat, Keca­matan Singgahan itu ketika menye­rahkan balot di kantor Jawa Pos Radar Tuban pada Rabu (13/11) malam.

‘’Riyadi-Wafi sosok yang baik. Nge­wongke uwong. Bergaul de­ngan se­mua kalangan. Peduli dengan wong cilik,’’ tambah En­dang Tri Wahyuni, warga Perum­nas Tasik­madu, pengirim balot lain menyam­paikan alasannya mendukung paslon pilihannya itu.

Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyawan mengatakan, terpaut tipisnya balot dukungan terhadap kedua paslon yang hanya 19,64 persen cukup mengejutkan. Sebelumnya, selisih dukungan kedua paslon terpaut lebih dari 25 persen.

Wartawan berkompetensi utama itu memprediksi pendukung kedua paslon akan memanfaatkan sisa waktu polling yang berakhir pada 23 November atau tinggal delapan hari lagi.

‘’Mereka pasti tidak ingin perolehan balot paslon pilihannya jeblok,’’ tegasnya.
Meski hasil polling tidak menggam­barkan hasil pemungutan suara Pilkada Serentak 2024 di Tuban, Dwi menilai pendukung kedua paslon tidak mau meremehkan.

Sebelumnya, dia menyatakan, angka hasil polling sangat berarti bagi tim pemenangan paslon untuk merancang salah satu pesan atau desain kampanye. Dari hasil polling setidaknya bisa dipotret kemam­puan ‘’mesin’’ pemena­ngan dan pen­du­kungnya.

‘’Bagi tim pemena­ngan, ini juga menjadi bagian dari riset un­tuk memahami kondisi lapangan. Termasuk ke­mampuan tim dalam memba­ngun komunikasi yang solid,’’ ujarnya.

Seperti diberitakan, untuk men­cari sosok yang layak memimpin Kabupaten Tuban ke depan, Jawa Pos Radar Tuban mengambil bagian dengan melibatkan pem­baca dan masyarakat Tuban untuk berparti­sipasi melalui polling atau jajak pendapat.

Polling dimulai 18 September dan berakhir pada 23 November 2024 yang bertepatan dengan ber­akhirnya Masa Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024.

Polling pilkada ini telah terakreditasi berdasarkan Sertifikat KPUK Tuban Nomor: 646/HM.09-Kt/3523/2/2024 tertanggal 17 September 2024.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Partai #Poling #bupati #paslon #Jawa Pos Radar Tuban #balot #wakil bupati