RADARTUBAN-Memasuki hari ke-58 Polling Dukungan Pembaca terhadap Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Tuban 2024, kemarin (14/11), pasangan calon (paslon) bupati H. Riyadi, SH., M.KP dan wakil bupati Wafi Abdul Rosyid (Riyadi-Wafi) mampu memperkecil selisih perolehan balot. Itu setelah pada rekapitulasi pukul 17.00 kemarin (14/11), mereka mendapat tambahan 46 balot.
Dengan tambahan tersebut total dukungan sementara terhadap paslon yang diusung Partai Hanura, Partai Buruh, PBB, dan Partai Gelora itu menjadi 311 balot (40,18 persen).
Dukungan tersebut terpaut 152 balot atau 19,64 persen dari paslon bupati Aditya Halindra Faridzky, SE-wakil bupati Drs. Joko Sarwono (Lindra-Joko).
Kemarin, total dukungan sementara terhadap Lindra-Joko masih bertahan di angka 463 balot (59,82 persen). Dukungan balot terhadap paslon yang diusung Partai Golkar, PKB, PKS, PAN, Gerindra, PPP, PDIP, dan Partai Demokrat itu belum terkerek sejak dua hari terakhir.
Ahmad Abruron, salah satu pendukung Riyadi-Wafi menyampaikan alasan mendukung paslon pilihannya tersebut karena ketokohan Gus Wafi, panggilan akrab Wafi Abdul Rosyid.
‘’Saya sering mengikuti pengajian beliau. Saya suka materi pengajiannya,’’ ujar warga Desa Saringembat, Kecamatan Singgahan itu ketika menyerahkan balot di kantor Jawa Pos Radar Tuban pada Rabu (13/11) malam.
‘’Riyadi-Wafi sosok yang baik. Ngewongke uwong. Bergaul dengan semua kalangan. Peduli dengan wong cilik,’’ tambah Endang Tri Wahyuni, warga Perumnas Tasikmadu, pengirim balot lain menyampaikan alasannya mendukung paslon pilihannya itu.
Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyawan mengatakan, terpaut tipisnya balot dukungan terhadap kedua paslon yang hanya 19,64 persen cukup mengejutkan. Sebelumnya, selisih dukungan kedua paslon terpaut lebih dari 25 persen.
Wartawan berkompetensi utama itu memprediksi pendukung kedua paslon akan memanfaatkan sisa waktu polling yang berakhir pada 23 November atau tinggal delapan hari lagi.
‘’Mereka pasti tidak ingin perolehan balot paslon pilihannya jeblok,’’ tegasnya.
Meski hasil polling tidak menggambarkan hasil pemungutan suara Pilkada Serentak 2024 di Tuban, Dwi menilai pendukung kedua paslon tidak mau meremehkan.
Sebelumnya, dia menyatakan, angka hasil polling sangat berarti bagi tim pemenangan paslon untuk merancang salah satu pesan atau desain kampanye. Dari hasil polling setidaknya bisa dipotret kemampuan ‘’mesin’’ pemenangan dan pendukungnya.
‘’Bagi tim pemenangan, ini juga menjadi bagian dari riset untuk memahami kondisi lapangan. Termasuk kemampuan tim dalam membangun komunikasi yang solid,’’ ujarnya.
Seperti diberitakan, untuk mencari sosok yang layak memimpin Kabupaten Tuban ke depan, Jawa Pos Radar Tuban mengambil bagian dengan melibatkan pembaca dan masyarakat Tuban untuk berpartisipasi melalui polling atau jajak pendapat.
Polling dimulai 18 September dan berakhir pada 23 November 2024 yang bertepatan dengan berakhirnya Masa Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024.
Polling pilkada ini telah terakreditasi berdasarkan Sertifikat KPUK Tuban Nomor: 646/HM.09-Kt/3523/2/2024 tertanggal 17 September 2024.(*)
Editor : Yudha Satria Aditama