Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Antisipasi Dini, BPBD Tuban Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi

Ahmad Atho’illah • Selasa, 19 November 2024 | 05:33 WIB

Pjs Bupati Tuban Agung Subagyo bersama jajaran forkopimda dan pejabat terkait usai apel.
Pjs Bupati Tuban Agung Subagyo bersama jajaran forkopimda dan pejabat terkait usai apel.

Persiapan dini meng­hadapi bencana hidro­meteo­rologi mulai dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban. Senin (18/11), instansi yang membidangi keben­canaan ini menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi.

BERTEMPAT di hala­man Ko­dim/0811 Tuban, apel ber­sama tersebut dipimpin langsung oleh Pjs Bupati Agung Subagyo.

Meli­batkan personel BPBD, TNI, Polri, Relawan Desa Tang­guh Bencana (Des­tana), Dam­kar, serta para organisasi ke­ma­syarakatan yang terlibat dalam penanggu­langan bencana.

Kesiapan pasukan, peralatan, hingga kendaraan untuk meng­hadapi bencana diinspeksi lang­sung oleh Pjs Bupati ber­sama jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan didam­pi­ngi Kepala BPBD Tuban Sudarmaji.

Foto-foto lain klik di sini

Dalam amanahnya, Agung me­­nekankan pentingnya lang­kah preventif mengingat po­­tensi bencana seper­ti banjir, tanah longsor, dan angin ken­cang yang intensi­tasnya sema­kin meningkat selama musim peng­hujan.

‘’Apal bersama kesiap­siagaan bencana ini harus men­jadi langkah awal untuk memini­malkan dampak ben­cana yang mungkin bisa terjadi,’’ tuturnya.

Lebih lanjut, Agung meng­apre­siasi kesiapan personel dan pe­ralatan dari berbagai ele­men yang terlibat. Disam­paikan pejabat definitif Kepala Bakorwil Bojo­negoro itu, dari hasil inspeksi, seluruh pera­latan penanggula­ngan bencana dalam kondisi terawat dan siap di­guna­kan.

‘’Ke­siapan ini me­negaskan keseriusan kita bersama dalam mengha­dapi kemungkinan bencana,’’ tu­turnya memberikan apresiasi atas ter­selenggaranya apel yang diinisiasi BPBD Tuban tersebut.

Dalam menghadapi bencana, tegas Agung, hal terpenting ada­lah sinergi antarelemen. Sehingga, upaya penanganan bencana bisa berjalan maksi­mal. ‘’Ketika per­alatan siap, te­naga siap, dan ma­syarakat juga siap, kita dapat memini­malkan dampak bencana. Sinergi dan kesatuan menjadi kunci keberhasilan,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Tuban Sudarmaji menyampai­kan bahwa secara geografis, kli­matologi, dan hidrologis, wilayah Kabupaten Tuban memiliki potensi ancaman bencana yang cukup besar.

Baik ancaman ben­cana alam maupun non-alam. Dan di antara bencana yang sering me­landa wilayah Tuban bersifat hidro­me­teorologi. Yakni, bencana banjir, tanah longsor, hingga puting beliung.

Potensi bencana alam ter­sebut, terang Darmaji—sapa­annya, di­sebabkan karena wilayah Tuban dilalui Sungai Bengawan Solo, memiliki ba­nyak wilayah per­bukitan, dan garis pantai sepan­jang kurang lebih 65 kilometer (km).

‘’Ke­tika sudah memasuki musim penghujan seperti seka­rang ini, maka potensi ancaman bencana hidrometeorologi harus diantisipasi bersama sejak dini,’’ tuturnya.

Ditegaskan mantan Camat Plum­pang itu, meski tidak di­harapkan terjadi bencana, namun persiapan mengantisi­pasi segala kemungki­nan tetap harus dilakukan. Baik persia­pan per­sonel maupun pera­latan. Itulah yang kemudian mela­tari di­gelarnya Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidro­meteorologi.

Lebih lanjut, Doktor Ilmu So­siologi Lulusan Universitas Bra­wijaya itu mene­gas­kan bah­wa penanggulangan ben­cana merupa­kan urusan dan tang­gung jawab bersama. Setidaknya, melibatkan lima unsur pen­tahelix, yakni peme­rintah, ma­syarakat, dunia usaha, aka­demisi, dan lembaga pers.

‘’Tujuan dari persiapan ini adalah untuk menekan risiko bencana yang bisa ditimbulkan. Jika risiko bencananya kecil, maka indeks layak huni Tuban akan naik,’’ tandasnya. (tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#antisipasi #Tuban #BPBD #apel #bencana #Hidrometeorologi