RADARTUBAN – Empat hari pascainsiden berdarah yang menimpa nenek dan cucu asal Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, polisi masih terus memburu keberadaan pelaku pembacokan, yang tak lain suami korban sendiri.
Entah apa yang ada dalam pikiran AFH, 42, hingga tega melakukan penganiayaan terhadap istrinya sendiri, TH, 49 dan WDM, cucunya yang masih berusia 10 tahun.
AFH secara brutal melakukan pembacokan terhadap istri dan cucunya itu usai terlibat adu mulut sebelum kejadian, Kamis (18/11).
Setelah kejadian tersebut, pelaku langsung kabur tanpa jejak meninggalkan istri dan cucunya yang terkapar dengan luka darah di sejumlah tubuhnya.
Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander menyampaikan, pelaku saat ini masuk daftar pencarian dari petugas. ‘’Pelaku masih dalam pengejaran,’’ tegasnya.
Selama empat hari terakhir, polisi telah mengumpulkan keterangan dan sejumlah barang bukti untuk dijadikan petunjuk dalam menyisir keberadaan dari pelaku. Dua saksi telah diperiksa, yakni KA dan BI.
‘’Keduanya merupakan orang pertama yang menolong korban di lokasi kejadian,’’ ujar dia.
Dimas menambahkan, setelah ini keluarga korban akan dimintai keterangan. Terutama perihal penyebab kakek-nenek ini bisa berseteru hingga berujung dengan pembacokan.
‘’Kami masih berusaha mengungkap latar belakang dari pelaku melakukan aksi nekat yang melukai kedua korban itu,’’ tutur dia
Sementara itu, pasca tragedi berdarah malam itu. Kedua korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Koesma Tuban dengan balutan perban dan infus yang masih tertancap.
‘’Korban masih dalam perawatan intensif dari tim medis dan belum diizinkan untuk pulang ke rumah,’’ paparnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama