RADARTUBAN – Ruang debat publik terakhir pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati pada 22 November nanti diprediksi bakal lebih riuh ketimbang dua debat sebelumnya.
Itu menyusul tambahan kuota pendukung dari masing-masing paslon. Dari sebelumnya hanya 30 orang menjadi 40 orang untuk masing-masing paslon.
Ketua KPUK Tuban Zakiyatul Munawaroh mengatakan, ditambahnya jumlah pendukung dalam debat ketiga itu berdasarkan masukkan dari masing-masing tim pemenangan.
Alasannya, ruang di lokasi debat masih cukup luas untuk menampung lebih banyak pendukung dari masing-masing paslon.
‘’Kedua tim pemenangan sepakat untuk menambah jumlah pendukung di ruang debat. Dan kedua tim pemenangan juga menyatakan untuk menjaga ketertiban selama debat berlangsung,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Lebih lanjut, Zakiya—sapaan akrab Zakiyatul Munawaroh—menyampaikan, jika sebelumnya yel-yel hanya bisa dinyanyikan pada segmen terakhir, pada debat ketiga nanti, yel-yel bisa dinyanyikan pada awal dan akhir segmen. Sehingga bakal lebih seru dan ramai.
‘’Ini juga berdasar kesepakatan bersama dengan masing-masing tim pemenangan paslon,’’ bebernya.
Sementara untuk teknis debat, terang Zakiya, tidak ada perubahan dari debat pertama dan kedua.
Yakni, terdiri dari enam segmen, dimulai pembukaan, menyampaikan visi-misi, pendalaman visi-misi dan program, kemudian tanya jawab dan sanggahan, dan terakhir closing statement.
‘’Jadi, untuk teknis debat tidak ada perubahan,’’ tandas alumni Unirow Tuban itu.
Adapun tema yang akan diangkat, yakni: Menyerasikan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tuban dengan Provinsi Jawa Timur dan Nasional dan Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kebangsaan. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama