RADARTUBAN – Dari tiga tempat wisata yang dikelola Pemkab Tuban, Pantai Boom menjadi penyumbang pendapat asli daerah (PAD) ketimbang Goa Akbar dan Pemandian Bektiharjo.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan serta Olahraga, dan Kebudayaan M. Emawan Putra mengatakan, hingga akhir Oktober lalu, pendapatan retribusi dari wisata pantai yang dulu menjadi tempat pendaratan tentara Tar-tar dari Mongolia itu mencapai Rp 379,4 juta atau sekitar 91,42 persen dari target Rp 415 Juta.
Sementara itu, pendapatan Goa Akbar baru mencapai Rp 170 juta atau sekitar 68 persen dari target Rp 260.
Sedangkan Pamandian Bektiharjo menyumbang Rp 370,7 juta atau sekitar 91,5 persen dari target Rp 405 Juta.
‘’Secara capaian realisasi Pemandian Bektiharjo paling tinggi. Tapi secara nominal, Pantai Boom menyumbang lebih banyak,’’ kata Emawan kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan Emawan, tingginya realisasi PAD Pantai Boom itu lantaran paling strategis dibanding dua wisata lain yang dikelola pemkab.
Selain itu, juga ditopang dari kunjungan wisata religi Makam Sunan Bonang. Banyak para peziarah yang mampir ke Pantai Boom sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat wisata lain.
‘’Karena jaraknya (antara Makam Sunan Bonang dengan Pantai Boom, Red) cukup dekat, sehingga banyak peziarah yang mampir menikmati Pantai Boom,’’ ujarnya.
Sedianya, terang Emawan, pendapatan Pantai Boom bisa lebih besar dari yang telah direalisasikan.
Namun, karena tidak semua pengunjung Pantai Boom membayar tiket, sehingga pendapatan sementara baru mencapai Rp 379,4 juta.
‘’Biasanya, untuk anak-anak sekolah yang melakukan outdoor learning mau pun komunitas yang melakukan kegiatan bersih sampah, tiket masuknya kami gratiskan,’’ katanya.
Emawan optimistis, dengan sisa waktu hingga tutup tahun anggaran 2024 nanti, pendapatan Pantai Boom akan melampaui target yang telah ditetapkan. (gi/tok)
Editor : Ahmad Atho’illah