Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Desa Grabagan Tak Lagi Kekeringan, Kerja Keras Pemuda Desa Akhirnya Berbuah Manis

Yudha Satria Aditama • Jumat, 22 November 2024 | 22:35 WIB
Kepala Dusun Klampeyan, Desa Grabagan Darsono menunjukkan salah satu rumah warga yang dialiri bersih.
Kepala Dusun Klampeyan, Desa Grabagan Darsono menunjukkan salah satu rumah warga yang dialiri bersih.

RADARTUBAN - Jerih payah pemuda Desa Grabagan, Kecamatan Grabagan benar-benar berbuah manis. Upaya mereka untuk menghapus desa tempat tinggalnya dari peta daerah rawan kekeringan di Tuban membuahkan hasil. 

Kini Desa Grabagan sudah bisa menikmati aliran air bersih yang dikelola Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam). Dua sumur bor yang dibuat melalui dana alokasi khusus (DAK) Pemkab Tuban sudah mengalir deras hingga 7 liter per detik.

Kepala Dusun Klampeyan, Desa Grabagan Darsono mengaku sangat bersyukur karena perlahaan seluruh warga memiliki akses air bersih. Dia menceritakan, bantuan sumber air bersih itu bermula dari keresahan sejumlah warga yang tergabung dalam BPK (Barisan Pemuda Klampeyan) pada awal 2018.

Saat itu, para anggota BPK resah karena desa tempat tinggal mereka selalu kekeringan saat musim kemarau datang. Sementara Perumda Tirta Lestari yang merupakan fasilitas pemerintah dalam menyediakan air bersih tak kunjung menjamah tempat tinggalnya. 

Darsono bercerita, saat pemuda BPK berdiskusi, mereka mulai membuat terobosan agar air mengalir di rumah. Salah satunya dengan menghidupkan sistem jimpitan sebesar Rp 500 per malam per rumah. Iuran jimpitan itu dimanfaatkan untuk membuat sumur bor.

Namun sayang, iuran jimpitan itu tak cukup besar untuk membuat sumur bor yang mengeluarkan air. Sumur bor yang mereka gali, tak mengeluarkan setetes pun air bersih. 

Tak menyerah, kata Darsono, para pemuda itu lantas mencoba mengajukan proposal pengajuan air bersih ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat itu, kampus unggulan tanah air itu menurunkan tim untuk mencari sumber air bersih. 

Hingga ditemukan sumber air yang berjarak sekitar 3.700 meter dari puncak Ngenul, di desa setempat. Pencairan sumber mata air saat itu mengandalkan uang iuran dari anggota BPK. Setelah menemukan sumber mata air, para pemuda desa bergerak untuk meminta sumbangan untuk pengeboran.

Usaha keras itu akhirnya berbuah hasil. Pada saat realisasi pencairan DAK, Desa Grabagan mendapatkan bantuan dari Pemkab Tuban untuk pembuatan dua sumur bor. ''Kini sumur bor dengan kedalaman129 meter itu sudah mengaliri 120 kepala keluarga (KK) dan ditargetkan dapat mengaliri 500 KK hingga akhir bulan ini,'' ungkap Darsono. 

Kini, hampir seluruh desa sudah teraliri air bersih. Meliputi Dusun Geneng, Dusun Klampeyan, Dusun Timang, dan Dusun Jati. Tak hanya mengalir deras, air itu juga bersih dan bisa digunakan saat puncak musim kemarau. ''Sumbernya tidak pernah mati, bahkan saat musim kemarau dan kekeringan terjadi parah,'' tutur Darsono mengaku bersyukur. 

Darsono juga mengungkapkan ucapan terima kasih kepada Pemkab Tuban atas bantuan yang sangat bermanfaat bagi warga desa tersebut. Dia berharap, bantuan air bersih itu mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#desa grabagan #kekeringan #barisan pemuda klampyeyan #dak #Sumur Bor