RADARTUBAN – Kinerja pengelolaan keuangan negara di Kabupaten Tuban menunjukkan tren positif, dengan peningkatan penerimaan pajak dan realisasi belanja pemerintah yang meningkat.
Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tuban, Martina Sri Mulyani, bersama Kepala KPP Pratama Pajak Tuban, Kepala KPPBC Bojonegoro, dan Kepala BPS Tuban, menyampaikan kinerja terkini APBN serta data statistik Kabupaten Tuban hingga bulan Oktober 2024.
Penerimaan perpajakan di Kabupaten Tuban menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hingga Oktober 2024, penerimaan pajak mencapai Rp 413,65 miliar atau 65,17 persen dari target Rp 634,70 miliar, dengan pertumbuhan sebesar 9,90 persen dibandingkan tahun 2023.
Rincian penerimaan pajak adalah sebagai berikut:
- PPN: Rp 117,03 miliar (88,47 persen dari target), tumbuh 10,14 persen.
- PPh: Rp 250,88 miliar (59,32 persen dari target), tumbuh 9,76 persen.
- PBB: Rp 34,01 miliar (34,01 persen dari target), tumbuh 14,72 persen.
- Pajak Lainnya: Rp 11,72 miliar (60,54 persen dari target), namun terkontraksi 1,46 persen.
Di sisi lain, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp 42,44 miliar atau 310,57 persen dari target. Meski realisasi ini sangat tinggi, angka tersebut mengalami kontraksi 5,46 persen dibandingkan tahun lalu.
Kepala KPPN Tuban Martina Sri Mulyani menjelaskan bahwa realisasi belanja pemerintah pusat di Tuban hingga 20 November mencapai Rp 324,88 miliar atau 71,30 persen dari pagu Rp 455,67 miliar.
Dengan pertumbuhan 19,19% dibandingkan tahun 2023. Data terkini hingga 20 November 2024 menunjukkan belanja pemerintah pusat telah mencapai Rp342,80 miliar (75,31% dari pagu).
Transfer ke daerah bulan Oktober 2024 mencatat realisasi sebesar Rp1,982 triliun atau 81,84% dari pagu Rp2,422 triliun. Rinciannya sebagai berikut:
- Dana Bagi Hasil: Rp339,64 miliar (65,50 persen).
- Dana Alokasi Umum (DAU): Rp 942,72 miliar (88,15 persen).
- DAK Fisik: Rp58,83 miliar dari target Rp 172,51 miliar.
- DAK Non-Fisik: Rp300,58 miliar (84,56 persen).
- Dana Desa: Rp298,04 miliar (95,89 persen).
Per 20 November 2024, total realisasi transfer ke daerah mencapai Rp 2,023,67 miliar atau 82,24% dari pagu.
"Secara keseluruhan, kinerja APBN di Kabupaten Tuban pada Oktober 2024 mencerminkan tren positif, terutama dalam penerimaan perpajakan dan belanja pemerintah pusat," ungkap dia.
Pemerintah daerah diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan capaian ini untuk mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama