RADARTUBAN – Alokasi anggaran sebesar Rp 1,7 miliar dari proyek Pasar Karangagung di Kecamatan Palang berpotensi menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa).
Itu menyusul gagalnya lelang proyek yang bersumber dari perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) 2024 tersebut.
Merujuk laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Tuban, proyek dengan nama paket TPS Pasar Karangagung itu batal ditender. Padahal, dari 28 peserta lelang, empat di antaranya sudah mengajukan penawaran.
Dalam kolom hasil evaluasi, penawaran terendah diajukan PT Garatjipta Lautan Berlian dengan nilai Rp 1,4 miliar.
Kemudian, CV Janur Berkah Sentosa Rp 1,5 miliar, CV Surya Adhinata Rp 1,6 miliar, dan terakhir CV Nadia Pratama Rp 1,6 miliar.
Artinya, sudah ada perusahaan yang siap berkompetisi untuk memenangkan proyek dari satuan kerja Dinas Koperasi, Usaha Kecil Memenang, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban tersebut.
Berdasar uraian pekerjaan yang tercantum dalam lelang, proyek dengan nilai pagu Rp 1.744.492.000 itu direncanakan untuk membangun tiga titik los, empat kios, serta kegiatan pavingisasi di sisi utara pasar.
Kepala Diskopumdag Tuban Agus Wijaya mengatakan, gagalnya proyek pengembangan Pasar Karangagung itu lantaran tidak ada peserta lelang yang memenuhi kualifikasi.
‘’Jadi, tender gagal karena tidak ada peserta yang memenuhi syarat,’’ katanya.
Dan ketika akan ditender ulang, lanjut mantan Kabag Humas dan Protokol Setda itu, sisa waktu satu bulan setengah sebelum tutup tahun anggaran 2024 itu dinilai tidak mungkin mencukupi.
Sebab itu, terang Agus, tidak dilakukan tender ulang.
‘’Waktu pengerjaan proyek sudah tidak cukup, sehingga tidak ditender ulang,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama