Berdasar hasil hitung cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga/instansi, pasangan Aditya Halindra Faridzky-Joko Sarwono berhasil memenangi kontestasi pemilihan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) Tuban periode 2024-2029.
DARI sejumlah sumber yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, pasangan nomor urut 02, Aditya Halindra Faridzky-Joko Sarwono menang mutlak di 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban.
Persentasenya, 83,49 persen berbanding 16,51 persen atas rivalnya, pasangan nomor urut 01, Riyadi–Wafi Abdul Rosyid.
Hal ini sekaligus mengulang kembali kemenangan Mas Lindra—sapaan akrab cabup 02 pada Pilkada 2020. Saat itu, Mas Lindra yang berpasangan dengan Riyadi (sekarang rival), juga menang mutlak di 20 kecamatan.
Jauh mengungguli kedua rivalnya, yakni pasangan Khozanah Hidayati-Muhammad Anwar dan pasangan Setiajit-Armaya Mangkunegara.
Lepas dari kemenangan pasangan Lindra-Joko yang tinggal menunggu rekapitulasi suara dari Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban, hasil pemilihan bupati (pilbup) kali ini sekaligus mematahkan mitos wakil bupati Tuban yang selalu dari Kecamatan Rengel.
Sebagaimana sejarah pilkada di Kota Batik Gedog, sejak pilbup dipilih langsung oleh rakyat, wakil bupati Tuban selalu dari Kecamatan Rengel.
Diawali dari pemilihan langsung pertama periode 2006-2011, wakil bupati terpilih yang berpasangan dengan Haeny Relawati Rini Widyastuti adalah Lilik Soeharjono. Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tuban itu merupakan warga asli Kecamatan Rengel.
Berikutnya, pada pilkada 2011 atau periode 2011-2016, Nooer Nahar Hussein, wakil bupati terpilih yang berpasangan dengan Fathul Huda juga warga Kecamatan Rengel. Dan terpilih lagi pada periode 2016-2021 yang kembali berpasangan dengan Fathul Huda.
Mitos wakil bupati Tuban dari Kecamatan Rengel ini berlanjut hingga Pilkada 2020 atau periode 2021-2024. Wakil Bupati Riyadi yang sekarang berpasangan dengan Bupati Aditya Halindra Faridzky merupakan warga asli Desa Maibit, Kecamatan Rengel.
Artinya, sudah empat periode ini wakil bupati Tuban berasal dari Kecamatan Rengel. Tak heran, masyarakat Tuban semakin meyakini mitos tersebut.
Namun, kini mitos tersebut hampir pasti patah. Sebab, Joko Sarwono yang dipinang Mas Lindra sebagai calon wakil bupati bukan orang dari Kecamatan Rengel. Melainkan warga Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban.
Direktur Jawa Pos Radar Tuban, Tulus Widodo yang kurang lebih 20 tahun menjadi wartawan di Tuban membenarkan adanya mitos wakil bupati Tuban yang berasal dari Kecamatan Rengel tersebut.
‘’Sejak bupati dan wakil bupati dipilih langsung oleh rakyat, wakil bupati Tuban selalu dari Kecamatan Rengel. Itulah yang kemudian menjadi mitos di tengah masyarakat Tuban,’’ ujarnya.
Bahkan, lanjut Tulus, banyak orang yang meyakini bahwa jika ingin memenangi pemilihan bupati (pilbup) Tuban, maka harus mengambil wakil dari Kecamatan Rengel.
Namun, kali ini mitos tersebut hampir pasti patah. ‘’Hasil Pilkada Tuban tahun ini berhasil mematahkan mitos tersebut,’’ tandasnya. (tok)
Editor : Yudha Satria Aditama