Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Festival Student Week Dinas Pendidikan Tuban: Siapkan Ruang Berkreasi, Berimajinasi, dan Berekspresi bagi Anak

Dwi Setiyawan • Jumat, 29 November 2024 | 22:20 WIB
Festival Student Week yang digelar Dinas Pendidikan Tuban di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban, Jumat (15/11).
Festival Student Week yang digelar Dinas Pendidikan Tuban di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban, Jumat (15/11).

RADARTUBAN-Untuk memberikan ruang berimajinasi, berkreasi, dan berekspresi bagi anak jenjang taman kanak-kanak (TK), Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban menggelar kegiatan Festival Student Week.

Kegiatan yang berlangsung di Ge­langgang Olahraga (GOR) Rangga Jaya Anoraga Tuban pada Jumat (22/11) tersebut diikuti 160 peserta yang lolos babak penyisihan pada 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban.

Dalam Festival Student Week dilom­bakan, menggambar bebas, kolase, finger painting, dan senam kreasi. Pe­serta yang mengikuti kegiatan di GOR merupakan anak-anak terpilih di setiap Kecamatannya.

Plt. Kabid Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD PNF) Disdik Tuban Welly Kurniawan menga­takan, empat bidang lomba tersebut sesuai tumbuh kembang anak seusia­nya.

‘’Sengaja kami pilih empat lomba tersebut, karena sesuai dengan usia mereka yang suka berimajinasi dan aktif,” ujarnya didampingi Kasi Penyelenggara PAUD Disdik Tuban Kusdiyah.

Welly menerangkan, setiap lomba memiliki manfaat khusus bagi anak. Menggambar bebas, misalnya.

Pada lomba tersebut, peserta bisa meng­gam­bar apa pun yang diinginkan. Tanpa pembatasan tema atau keten­tuan.

‘’Kami bebaskan mereka untuk berimajinasi. Mereka bebas menya­lurkan kreasinya,” ujarnya.

Begitu juga dengan lomba kolase. Penyelenggara membe­bas­kan anak untuk membuat gambar dari biji-bijian, daun kering, dan bunga kering.

Pada lomba ini, anak bisa berkreasi sekaligus berpikir kritis untuk me­nyatukan komponen yang sudah mereka ba­wa.

‘’Kalau kolase me­mang agak sulit, ka­re­na mereka meng­gam­bar dari apa yang me­reka bawa. Kreativitas mereka benar-benar diuji di sini,” ujar pejabat yang getol menggelorakan program Gerakan Makan Pagi Bergizi Setiap Hari (Gempita) itu.

Menggambar dengan finger painting, lanjut Welly, juga memberikan dampak positif bagi peserta. Itu karena mereka dituntut untuk kreatif menggambar dengan menggunakan jari.

Pada lomba ini, peserta juga harus mampu mengom­binasikan beragam warna.

‘’Karena menggambar menggunakan jari, secara tidak langsung melatih motorik anak,” tambah Kabid Pengembangan Kuriku­lum dan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Tuban itu.

Lebih lanjut Welly mengatakan, selain memberikan ruang bagi anak untuk berkreasi melalui karya lukis atau gam­bar, Festival Student Week juga sebagai tempat untuk berekspresi gerakan.

Ekspresi tersebut tertampung pada lomba senam kreasi.

Berbeda dengan tiga lomba lain yang diikuti satu anak dari masing-masing kecamatan, lomba senam kreasi diwakili setiap grup yang beranggotakan lima anak setiap kecamatan.

Pada lomba ini, peserta diberikan ke­bebasan, sehingga tidak ada lagu maupun gerakan khusus.

‘’Ini murni karya kreasi guru. Setiap kecamatan memiliki lagu dan gerakan yang ber­beda, karena memang tidak ada syarat dan ketentuan khusus,” imbuhnya.

Pada lomba senam kreasi, kata Welly, anak diminta menunjukkan seberapa aktifnya di masa TK.

Peserta juga bisa menyalurkan ekspresi raut wajah yang gembira dengan gerakan yang semangat.

Kepala Dinas Pendidikan Tuban Abdul Rakhmat menegaskan, Festival Student Week merupakan wahana penanaman karakter pada anak.

Menurut dia, penanaman karakter harus dimulai sejak kecil agar terjadi pembiasaan.

Karena itu, institusinya ingin mem­be­rikan ruang berkreasi, berimajinasi, dan berekspresi bagi anak.

‘’Mereka bisa menyalurkan melalui sebuah gam­­baran maupun gerakan,’’ ujarnya.

Rakhmat menyampaikan, anak-anak yang memiliki jiwa kreatif, imajinasi ting­gi, dan ekspresif tak luput dari pen­didiknya. Baik dari orang tua, guru, maupun sekolah.Semua harus bekerja sama dalam meng­embangkan potensi siswa.

‘’Khu­susnya sekolah, lembaga pendidikan ha­rus memiliki standar agar mampu mendorong siswa untuk bisa mengem­bangkan po­tensinya,” pejabat jebolan Universitas Brawijaya Malang itu. (gi/ds)

Editor : Dwi Setiyawan
#Tuban #kolase #dinas pendidikan #lomba senam kreasi #finger painting #menggambar bebas #Festival Student Week