RADARTUBAN-Untuk memberikan ruang berimajinasi, berkreasi, dan berekspresi bagi anak jenjang taman kanak-kanak (TK), Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban menggelar kegiatan Festival Student Week.
Kegiatan yang berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Rangga Jaya Anoraga Tuban pada Jumat (22/11) tersebut diikuti 160 peserta yang lolos babak penyisihan pada 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban.
Dalam Festival Student Week dilombakan, menggambar bebas, kolase, finger painting, dan senam kreasi. Peserta yang mengikuti kegiatan di GOR merupakan anak-anak terpilih di setiap Kecamatannya.
Plt. Kabid Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD PNF) Disdik Tuban Welly Kurniawan mengatakan, empat bidang lomba tersebut sesuai tumbuh kembang anak seusianya.
‘’Sengaja kami pilih empat lomba tersebut, karena sesuai dengan usia mereka yang suka berimajinasi dan aktif,” ujarnya didampingi Kasi Penyelenggara PAUD Disdik Tuban Kusdiyah.
Welly menerangkan, setiap lomba memiliki manfaat khusus bagi anak. Menggambar bebas, misalnya.
Pada lomba tersebut, peserta bisa menggambar apa pun yang diinginkan. Tanpa pembatasan tema atau ketentuan.
‘’Kami bebaskan mereka untuk berimajinasi. Mereka bebas menyalurkan kreasinya,” ujarnya.
Begitu juga dengan lomba kolase. Penyelenggara membebaskan anak untuk membuat gambar dari biji-bijian, daun kering, dan bunga kering.
Pada lomba ini, anak bisa berkreasi sekaligus berpikir kritis untuk menyatukan komponen yang sudah mereka bawa.
‘’Kalau kolase memang agak sulit, karena mereka menggambar dari apa yang mereka bawa. Kreativitas mereka benar-benar diuji di sini,” ujar pejabat yang getol menggelorakan program Gerakan Makan Pagi Bergizi Setiap Hari (Gempita) itu.
Menggambar dengan finger painting, lanjut Welly, juga memberikan dampak positif bagi peserta. Itu karena mereka dituntut untuk kreatif menggambar dengan menggunakan jari.
Pada lomba ini, peserta juga harus mampu mengombinasikan beragam warna.
‘’Karena menggambar menggunakan jari, secara tidak langsung melatih motorik anak,” tambah Kabid Pengembangan Kurikulum dan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Tuban itu.
Lebih lanjut Welly mengatakan, selain memberikan ruang bagi anak untuk berkreasi melalui karya lukis atau gambar, Festival Student Week juga sebagai tempat untuk berekspresi gerakan.
Ekspresi tersebut tertampung pada lomba senam kreasi.
Berbeda dengan tiga lomba lain yang diikuti satu anak dari masing-masing kecamatan, lomba senam kreasi diwakili setiap grup yang beranggotakan lima anak setiap kecamatan.
Pada lomba ini, peserta diberikan kebebasan, sehingga tidak ada lagu maupun gerakan khusus.
‘’Ini murni karya kreasi guru. Setiap kecamatan memiliki lagu dan gerakan yang berbeda, karena memang tidak ada syarat dan ketentuan khusus,” imbuhnya.
Pada lomba senam kreasi, kata Welly, anak diminta menunjukkan seberapa aktifnya di masa TK.
Peserta juga bisa menyalurkan ekspresi raut wajah yang gembira dengan gerakan yang semangat.
Kepala Dinas Pendidikan Tuban Abdul Rakhmat menegaskan, Festival Student Week merupakan wahana penanaman karakter pada anak.
Menurut dia, penanaman karakter harus dimulai sejak kecil agar terjadi pembiasaan.
Karena itu, institusinya ingin memberikan ruang berkreasi, berimajinasi, dan berekspresi bagi anak.
‘’Mereka bisa menyalurkan melalui sebuah gambaran maupun gerakan,’’ ujarnya.
Rakhmat menyampaikan, anak-anak yang memiliki jiwa kreatif, imajinasi tinggi, dan ekspresif tak luput dari pendidiknya. Baik dari orang tua, guru, maupun sekolah.Semua harus bekerja sama dalam mengembangkan potensi siswa.
‘’Khususnya sekolah, lembaga pendidikan harus memiliki standar agar mampu mendorong siswa untuk bisa mengembangkan potensinya,” pejabat jebolan Universitas Brawijaya Malang itu. (gi/ds)
Editor : Dwi Setiyawan