RADARTUBAN – Taman Hutan Abhipraya Tuban kembali dibuka setelah tahap renovasi kedua pada Senin (25/11).
Taman yang terletak di Jalan Pahlawan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding tersebut langsung ramai dikunjungi masyarakat Tuban dan sekitarnya. Namun, ruang publik yang ramah anak, disabilitas, dan nyaman tersebut mendapat beberapa perlakuan tidak baik dari beberapa oknum pengunjung.
Seperti yang diunggah akun Instagram @info_tuban tentang laporan soal Tuban Abhipraya pada Rabu (27/11). Dalam unggahan tersebut, ada laporan banyak pengungjung yang membuang sampah sembarangan meski sudah disediakan tempat sampah.
Selain itu, banyak anak-anak bermain prosotan di lengkungan monumen pesawat berukuran 16 x 22 meter yang dibangun megah di taman yang renovasinya memakan biaya hingga Rp 6,7 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.
Akibatnya, rumput di bawah monumen yang dihadirkan dari Tentara Negara Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) tersebut menjadi rusak. Padahal, di bawah monumen tersebut ada tulisan “Dilarang Menginjak Rumput”. Para orang tua pun tidak mengedukasi anak-anaknya agar tidak bermain di tempat yang tidak semestinya.
Dari dua keluhan tersebut, netizen ramai berkomentar hingga 686 komentar.
“Dibilang SDM (Sumber Daya Manusia) rendah nanti marah-marah, tapi kurang kesadaran diri,” tulis akun @lahe*la_ahm**.
“Minta fasilitas yang bagus, sudah dibuatkan, eh gak ngerti kalau kesadaran untuk merawat fasilitas umum masih sangat di bawah rata-rata. Terus minta kota maju dll. Buang sampah ae gak ngerti tempate. Wah-wah, parah warga Tuban,” komen akun @def*ta_nurrohm*12.
Di postingan akun @info_tuban yang lain, tersebar video anak-anak bermain di kolam ikan yang menyebabkan airnya berubah warna menjadi cokelat.
Postingan yang diunggah pada Kamis (28/11) tersebut mendapat komentar sebanyak 2.000. Salah satu warga net memberikan usul agar taman dipasang CCTV untuk memantau sehingga mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Aduh, minimal dikasih CCTV dan pos pantau buat monitoring area taman. Terus jika ada yang tidak benar langsung dihalo lewat speaker ben isin,” saran akun @ka_azk*_a*.
Warga lain juga ikut memberikan masukan agar ada petugas keliling yang mengontrol di dalam area taman.
“Kalau memang nggak boleh, harus ada petugas keliling untuk melarang. Atau pasang papan peraturan dengan larangan-larangannya. Kalau perlu, jika melanggar dikenai sanksi/denda. Masyarakat harus diajari untuk tertib dan mematuhi peraturan yang ada,” papar akun @emmeli*d*ni.
Tidak hanya masalah-masalah di atas, postingan terbaru dari akun @info_tuban yang diunggah hari ini Jumat (29/11) juga berisi masalah dari taman tersebut. Ada laporan beberapa lampu bohlam taman hilang.
Sebanyak 837 komentar membanjiri kolom komentar postingan tersebut.
“Seharuse di samping pembangunan, juga diimbangi oleh keamanan pengelola agar semua bisa tertata dengan rapi, bersih, aman dan nyaman, Min. Semoga ke depannya ada solusi terbaik agar mampu terjaga dengan baik,” ungkap akun @sug*ng_priang**do.
Masalah-masalah taman di atas tentu tentu menjadi kewajiban bersama menjaga fasilitas umum. Kesadaran tentang kebersihan lingkungan juga patut digaungkan terus agar ruang publik senantiasa bersih, aman dan nyaman. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama