Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Banjir Bandang di Kerek Tuban Dipicu Tanggul Jebol, Meluber di Empat Desa Ini

Andreyan (An) • Senin, 2 Desember 2024 | 23:58 WIB

Petugas BPBD bersama warga menyapu jalan yang dipenuhi lumpur karena banjir bandang.
Petugas BPBD bersama warga menyapu jalan yang dipenuhi lumpur karena banjir bandang.


RADARTUBAN –Banjir bandang di Kerek, Kabupaten Tuban ternyata dipicu tanggul jebol hingga meluber di empat desa. 

Sehari pascabencana banjir bandang menerjang empat desa di Kecamatan Kerek, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban bersama masyarakat disibukkan dengan aktivitas kerja bakti membersihkan lingkungan rumah yang terdampak dari bencana hidrometeorologi tersebut, kemarin (1/12).

Empat desa di Kecamatan Kerek yang terdampak bencana banjir bandang, yakni Desa Padasan, Desa Temayang, Desa Margomulyo, dan Desa Jarorejo. Pasca amukan air bah tersebut, terpantau banyak lumpur hingga ranting pohon berserakan di sejumlah jalan di wilayah tersebut.

Anshari, warga Desa Padasan mengungkapkan kepanikannya saat air bah datang memenuhi badan jalan di desanya. Meski air tersebut tidak masuk ke dalam rumahnya, namun dirinya selalu waspada saat hujan deras selama dua jam tersebut berlangsung. ‘’Saya menyuruh anak-anak dan istri untuk tidak keluar rumah,’’ jelasnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban Sudarmaji mengatakan, banjir yang melanda Desa Padasan berasal dari hutan Desa Pucangan, Kecamatan Montong melewati Kali Mbutuh dan Kali Panting. ‘’Sebab ada tanggul yang jebol kemudian membawa air masuk di Desa Padasan,’’ ungkapnya.

Sementara itu, banjir yang melanda Desa Temayang berasal Hutan Bawi yang turun menuju desa tersebut. Aliran air meluncur sangat deras hingga sampai melompat tanggul di desa tersebut. ‘’Luberan air kemudian masuk di Desa Jarorejo dan Margomulyo,’’ jelas dia.

Lebih lanjut dikatakan oleh Sudarmaji, petugas BPBD pascahujan mereda langsung melakukan pembersihan lumpur yang menggenangi jalan di empat desa tersebut. ‘’Sedari malam pasca banjir langsung melakukan pembersihan di Desa Padasan, kemudian pembersihan dilanjutkan hari ini (kemarin, Red),’’ tuturnya.

Tingginya curah hujan selama sepekan terakhir yang melanda daerah Tuban membuat pihaknya selalu mengimbau kepada masyarakat untuk waspada setiap saat jika ada bencana alam, terutama daerah yang rawan.

‘’Daerah pegunungan harus selalu siaga adanya banjir bandang, sementara warga yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo juga harus siaga luapan air kiriman,’’ paparnya. (an/tok)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#BPBD Tuban #banjir bandang di kerek #air