Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pameran Seni dalam ”Gerak-gerik” Taligoci, Pamerkan 60 Karya Lukis dari Para Seniman Lokal dan Luar Tuban

Sugiati. • Selasa, 3 Desember 2024 | 17:35 WIB

 

 

Photo
Photo

 

TUBAN - Masih dalam rangkaian hari jadi ke-731 Tuban, Komunitas Taligoci kembali hadir dengan semangat berkesenian yang bergemuruh: menghelat pameran seni rupa bertajuk “Gerak Gerik” selama sepekan.

Dari tanggal 29 November hingga 4 Desember. Bertempat di Gedung Budaya Loka Tuban.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya diikuti anggota Komunitas Taligoci, art exhibition kali ini turut mengundang para perupa dari luar daerah.

Di antara nama-nama itu, Sutopo, Januri, Valentino Febri, Ekwan Marianto, Edi Purwanto, Argyareksa Paramusesa dari Jogjakarta.

Kemudian, Achmad Tem dari Balin, Moch. Efendy dari Bojonegoro, Arief Wong dari Sidoarjo, dan Nurali dari Tulungagung.

Adapun nama-nama perupa lokal Tuban yang sudah tidak asing lagi, yakni Syaiful Amin, Robert Santari, Imaduddin, Qomarrudin, Camil Hadi, dan Anton Susanto.

‘’Total ada 60 lukisan dari 20 perupa dipamerkan,’’ kata Ketua Komunitas Taligoci sekaligus Ketua Pelaksana Art Exhibition, Syaiful Amin kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Amin—sapaannya, agenda pameran seni rupa memperingati titik balik berdirinya pemerintahan Tuban ini merupakan tahun ketiga sejak digelar pertama pada 2022 lalu.

‘’Alhamdulillah, tahun ini jumlah pesertanya lebih banyak, karena turut diikuti para perupa dari luar Tuban,’’ katanya.

Besar harapan, kegiatan ini memapar ancangan yang berkelanjutan.

Tidak hanya menjadi agenda tahunan yang digelar saban hari jadi Tuban. Dengan begitu, kegiatan berkesenian di Tuban terus tumbuh—sejalan dengan gerak zaman yang semakin riuh.

Anggota Komunitas Taligoci, Robert Santari menambahkan, satu di antara tujuan kegiatan ini adalah untuk menunjukkan eksistensi para seniman seni rupa agar semakin dikenal masyarakat.

Setidaknya, menjadi oase di tengah pengaruh budaya barat dan perkembangan teknologi instan yang semakin masih.

‘’Minimal untuk melestarikan seni dan budaya yang telah diwariskan oleh bangsa ini. Terlebih, bagi anak-anak muda yang kurang peka terhadap seni dan budaya bangsanya lantaran pengaruh teknologi,’’ tandasnya. (gik/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#pameran lukis #pameran #kesenian