RADARTUBAN - Belum genap tiga hari pasca pembersihan lumpur. Senin (2/12) sore, tiga desa di Kecamatan Kerek kembali diterjang banjir bandang.
Tingginya intensitas curah hujan yang melanda kawasan perbuktitan di wilayah setempat menjadi penyebab air bah tumpah ruah di jalanan dan beberapa halaman rumah warga. Tiga desa di Kecamatan Kerek yang terdampak banjir bandang, yakni Desa Temayang, Jarorejo, dan Margomulyo.
Saat dikonfirmasi oleh Jawa Pos Radar Tuban via sambungan telepon tadi malam, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji mengatakan, penyebab banjir kiriman itu masih sama.
Yakni, berasal dari Hutan Bawi yang aliran airnya turun menuju Desa Temayang, kemudian merambat ke daerah landai di bawahnya, yakni Desa Jarorejo dan Desa Margomulyo.
‘’Tidak adanya daerah resapan air di hutan daerah tersebut menjadi penyebab air datang dengan volume cukup besar,’’ ungkap dia.
Lebih lanjut dikatakan Sudarmaji, kawasan Hutan Bawai dan sekitarnya saat ini banyak dijadikan lahan pertanian sekaligus semakin mengurangi populasi pohon di wilayah tersebut.
‘’Kami juga telah menginformasikan kepada petani untuk senantiasa menjaga populasi pohon di daerah tersebut,’’ imbuhnya.
Dua kali banjir bandang yang melanda tiga desa tersebut langsung menjadi atensi dari pihak BPBD Tuban. Sudarmaji juga telah berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk langkah cepat dalam jangka pendek menanggulangi persoalan di tiga desa tersebut.
‘’Untuk jangka penjangnya, kami juga telah berkordinasi dengan pihak Perhutani untuk menggencarkan penanaman pohon di tiga desa tersebut,’’ jelas dia.
Hingga berita ini ditulis, berdasarkan tinjauan di lapangan usai hujan deras melanda wilayah Kabupaten Tuban, hanya tiga desa yang terdampak banjir bandang. ‘’Kami juga memonitoring wilayah lainnya, semoga tidak bertambah,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama