Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jadi Gerakan Nasional, PDIP Tuban Tolak Tanda Tangan Hasil Pilgub, Sebut Ada Campur Tangan Partai Coklat

M. Mahfudz Muntaha • Jumat, 6 Desember 2024 | 16:30 WIB
Photo
Photo

 

RADARTUBAN – Pernyataan Se­kretaris Jenderal PDI Per­juangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang menyebut ada­nya keterlibatan Partai Co­kelat (Parcok) dalam pemenangan kandidat tertentu di Pilkada Serentak 2024, menjadi gerakan po­litik para kader PDIP dalam menyikapi hasil pilkada, termasuk di Tuban.


Saksi PDIP untuk pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur, Tri Risma­harini-Zahrul Azhar Asumta meno­lak menandatangani hasil rekapitulasi suara pilgub.

Hanya saja, hingga H+3 pas­ca rekapitulasi tingkat kabu­pa­ten tuntas Senin (2/12), jajaran pe­ngurus DPC PDIP Tuban masih enggan memberikan alasan terkait penolakannya me­nan­datangani hasil rekapi­tulasi suara berjenjang tersebut.


Ketua DPC PDIP Tuban Andhi Hartanto yang dikon­firmasi sejak dua hari lalu tak kunjung memberikan jawaban.

Pesan singkat yang kembali dikirim wartawan koran ini tadi malam masih tidak dijawab.


Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban Zakiyatul Munawaroh membenarkan ihwal penola­kan tanda tangan hasil re­kapitulasi pilgub dari saksi PDIP tersebut.

Meski demi­kian, KPUK menegaskan bah­wa hal itu sama sekali tidak memengaruhi hasil rekapitu­lasi suara.

‘’(Saksi dari PDIP, Red) sudah kami minta untuk membuat surat pernyataan keberatan atau formulir D kejadian khusus,’’ ujarnya.


Lebih lanjut, terang Zakiya, KPUK juga mencoba me­ngon­firmasi kepada saksi PDIP—terkait alasannya menolak tanda tangan.

Namun, yang bersangkutan hanya menyampaikan bahwa sikap politik tersebut merupakan perintah dari pengurus pusat.

‘’Bagi kami tidak masalah. Tapi soal detail alasannya apa, tanya langsung ke PDIP,’’ tandasnya.
Sebagaimana diketahui, perolehan suara paslon gubernur-wakil gubernur Risma–Gus Hans di Tuban hanya mendapat 163.095 suara.

Terpaut jauh dari pasangan Khofifah Indar Parawansa–Emil Elestianto Dardak yang meraih 386.812 suara. Sedangkan pasangan Luluk Nur Hamidah–Luk­manul Khakim meraih 35.439 suara. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Pilkada Tuban 2024 #pilkada jatim #pilkada #Pilkada Jatim 2024 #Pilkada Tuban