Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Laki-Laki Lebih Rentan Alami Gangguan Jiwa

Sugiati. • Kamis, 12 Desember 2024 | 17:30 WIB
Ilustrasi gangguan jiwa
Ilustrasi gangguan jiwa

RADARTUBAN – Gangguan jiwa bisa dialami oleh siapa saja. Baik laki-laki maupun perem­puan, muda maupun tua. Namun, dari dua jenis kelamin tersebut, laki-laki lebih ren­tang terserang gangguan jiwa ketimbang perempuan.

Merujuk data Dinas Sosial Pem­berdayaan Perempuan dan Pember­dayaan Anak serta Pem­berdayaan Masya­rakat Desa (P3APMD) Tuban, hingga No­vember lalu ter­catat seba­nyak 2.048 orang mengalami gangguan jiwa. Rinciannya, se­banyak 1.390 berjenis kela­min laki-laki dan 658 perempuan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinsos P3APMD Tu­ban Ismail mengatakan, dari total 2.048 orang yang menga­lami gangguan jiwa tersebut, rata-rata berusia 26-45 tahun. Namun, ada juga yang masih usia anak-anak dan remaja.

Di antara faktor yang memicu seseorang menga­lami gangguan jiwa, yakni tekanan hidup yang berat seperti kebutuhan eko­nomi, asmara, hingga bullying. ‘’Untuk faktor ekonomi biasanya dialami oleh laki-laki dewasa, sedangkan as­mara lebih banyak dialami remaja, dan anak-anak bia­sa­nya akibat korban bullying,’’ kata Ismail.

Selain beberapa faktor di atas, terang Ismail, ada juga lantaran faktor biologis atau keturunan.

‘’Jadi, orang yang mengalami gang­guan jiwa juga bisa dise­babkan dari faktor keturunan,’’ terangnya.

Lebih lanjut, Ismail me­nyam­paikan, gangguan jiwa sese­orang bisa semakin parah jika kurang mendapat dukungan positif dari lingkungan sekitar. Baik keluarga maupun ling­kungan sosial.

‘’Keluarga atau­­pun ling­kungan sekitar meru­pakan pihak penting dalam mendukung ke­sembu­han pasien pengidap gangguan jiwa,’’ terang dia.

Oleh karena itu, keluarga perlu mendapat edukasi. Misal­nya, menyadari bahwa orang yang mengalami gangguan jiwa me­rupakan penyakit medis yang masih bisa disembuhkan.

‘’Me­ngucilkan orang yang menga­lami gangguan jiwa, atau bah­kan melakukan pemasu­ngan dengan alasan mengancam keamanan dan keselamatan orang, itu malah memperparah kondisi kejiwaan mereka,’’ ujar­nya se­kaligus meng­im­bau kepada masyarakat untuk pe­duli ter­hadap orang-orang yang menga­lami gangguan jiwa. (gik/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Alami #laki-laki #faktor biologis #dinas sosial #Bullyng #orang #rentan #gangguan jiwa