Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Angka Partisipasi Sekolah Hanya 70,05 Persen, 30 Persen Lulus SMP “Tidak Terdeteksi”

Shafa Dina Hayuning Mentari • Sabtu, 14 Desember 2024 | 00:30 WIB
Jumlah sekolah swasta dan negeri di Tuban. SMP-SMA swasta lebih mendominasi.
Jumlah sekolah swasta dan negeri di Tuban. SMP-SMA swasta lebih mendominasi.

RADARTUBAN – Pemkab Tuban sepertinya harus memasti­kan data angka partisipasi sekolah (APS) dan angka par­tisipasi murni (APM) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Pasalnya, berdasar hasil survei yang dilakukan lembaga tersebut, indeks APS dan APM usia 16-18 tahun di Kabupaten Tuban pada tahun ini ter­bilang masih rendah.

Kepala BPS Tuban Andhie Surya Mustari memaparkan, APS usia 16-18 atau anak yang melanjutkan pendi­dikan ke jenjang sekolah menengah atas (SMA) baru 70,05 persen.

Artinya, masih ada 30-an persen anak usia 16-18 tahun yang tidak ter­deteksi melanjutkan pendi­dikan ke SMA.

‘’Dibanding 2023 lalu memang ada kenaikan. Dari sebelumnya 64,13 persen menjadi 70,05 persen pada 2024. Namun, kenaikan ini terbilang masih cukup rendah,’’ katanya.

Hanya saja, data yang di­paparkan BPS ini masih cukup lemah. Sebab, survei tersebut hanya berdasar data anak lulus sekolah me­nengah pertama (SMP) yang ke­mudian me­lanjutkan pen­­didikan ke jen­jang SMA di Kabupaten Tuban.

Ar­tinya, APS ini hanya dihim­pun ber­dasar data pokok pen­didikan (dapodik). Se­men­tara 30-an persen si­sanya tidak terdeteksi secara pasti.

‘’Jadi, data 29,95 persen (yang tidak tersurvei me­lanjutkan pendidikan ke jen­jang SMA, Red) itu me­mang tidak bisa dipastikan, apakah mereka masih me­lanjutkan sekolah di daerah lain, tidak melanjutkan se­­­kolah, atau malah me­lakukan percepatan masa sekolah,’’ ujarnya, sehingga tidak masuk dalam data BPS.

Begitu pula dengan APM, antara kesetaraan usia de­ngan jenjang pendidikan SMA juga hanya sekitar 58,68 persen.

Artinya, jika merujuk pada data BPS ini, ada sekitar 41,32 persen masyarakat di Kota Legen yang jenjang pendidikannya tidak sesuai dengan usia sekolahnya.

Sebagai contoh, usia rata-rata anak SMA adalah 16-18 tahun. Nah, pada hasil survei APM ini, kesamaan antara usia rata-rata dengan pen­didikan SMA hanya 58,68 persen.

‘’Tapi untuk alasan pastinya (data 41,32 persen yang menunjukkan ketidak­sesuaian antara usia rata-rata dengan jenjang pen­didikan, Red), kami juga ti­dak bisa memastikan,’’ jelas dia.

Disampaikan Andhie, fak­tor lingkungan dan rendah­nya pendidikan orang tua menjadi dua di antara alasan anak tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

‘’Jika budaya dan lingku­ngannya hanya sebatas lu­lusan SD, maka bisa jadi anak tersebut juga hanya akan menempuh jenjang pendidikan sampai SD atau SMP,’’ tandasnya. (saf/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Angka Partisipasi Sekolah #Pemkab Tuban #angka #smp #INDEKS #data #sma #APS #partisipasi