RADARTUBAN – Usai resmi ditutup pada akhir November lalu, kemelut permasalahan penutupan wisata Pantai Sumur Pawon, Desa Mentoso, Kecamatan Jenu tampaknya kini semakin memanas.
Sebelumnya, pemdes bersama warga setempat telah menyepakati penutupan wisata pantai tersebut.
Kepala Dusun Mlangwe, Desa Mentoso Kahudi mengungkapkan, adanya tempat wisata tersebut membuat tingkat keamanan menjadi berkurang. Terlebih, banyaknya wisatawan berlalu lalang usai tempat ini viral di media sosial.
Puncaknya, tiga ekor sapi milik warga setempat yang tak jauh dari lokasi pantai, hilang. Itulah yang kemudian membulatkan tekad pemdes dan warga menutup tempat wisata tersebut.
‘’Sudah ada upaya mediasi dengan pengelola, namun tidak membuahkan hasil,’’ ujar dia.
Kini, persoalan tersebut justru malah merembet menuju jalur hukum usai pihak pengelola wisata Pantai Sumur Pawon mengadukan persoalan ini ke Polsek Jenu.
Laporan ditujukan kepada tiga warga yang menutup akses pantai, Kades Mentoso, dan salah satu pengurus BPD setempat.
Para terlapor diadukan atas pasal 274 ayat (1) UU LLAJ tentang perusakan atau mengganggu fungsi jalan.
Andi Prayogo, kuasa hukum Kabul selaku pihak pengelola wisata, menilai bahwa penutupan lokasi wisata Pantai Sumur Pawon dilakukan secara sepihak—tanpa melibatkan pengelola wisata.
‘’Solusi penyebab hilangnya sapi belum menemui titik terang, namun mereka (para terlapor, Red) secara sepihak malah menutup tempat wisata,’’ jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, kerugian besar dialami oleh pengelola wisata lantaran tidak ada pemasukan, sementara kebutuhan operasional terus jalan.
‘’Padahal, wisata ini pemasukannya juga sebagian akan masuk di kas desa,’’ ungkap dia.
Sementara itu, Apurwanto selaku ketua Karang Taruna Desa Mentoso menuturkan, penutupan tempat wisata ini sangat tendensius. Sebab, adanya catatan yang menyebutkan bahwa wisata akan dibuka kembali jika pengelola lama diganti.
‘’Semakin jelas bahwa arah penutupan ini semata-mata tendensinya ditujukan pada personal. Logikanya, jika mereka mengeluh karena kehilangan sapi, solusinya yang harus dibenahi adalah tentang keamanan dan fasilitas,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama