RADARTUBAN – Cemas, khawatir, hingga tidak bisa tidur.
Mungkin perasaan itulah yang sekarang dialami warga Desa Pabeyan, Kecamatan Tambakboyo menyusul mulai jebolnya sebagian tanggul penahan ombak di desa setempat.
Terlebih, bagi mereka yang tinggal di pesisir pantai.
Sekretaris Desa Pabeyan Hasan Fawa’id mengatakan, tanggul sepanjang kurang lebih 100 meter itu sudah mengalami kerusakan sejak November lalu.
Tepatnya saat awal memasuki musim penghujan. Ombak besar yang terus-terusan menghantam membuat tanggul perlahan terkikis, rusak, hingga sebagian titik jebol.
‘’Dari awalnya retak, lama-lama rusak hingga fondasi tanggul mulai terlihat, dan sekarang sudah ada yang jebol,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Seiring kondisi yang semakin parah tersebut, terang Fawa’id, kini warga semakin cemas dan khawatir terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.
Terlebih, gelombang besar yang masih terus-terusnya menghantam.
‘’Jika tanggul itu benar-benar rusak dan jebol total, maka pemukiman warga di RT 01/RW 01 akan terdampak,’’ ungkapnya.
Agar kerusakan tanggul tidak semakin parah, warga menutup lubang-lubang tanggul menggunakan ban bekas dan sejumlah bambu yang ditancapkan.
‘’(Kerusakan tanggul ini, Red) sudah kami sampaikan ke camat dan BPBD (badan penanggulangan bencana daerah), katanya akan mendapatkan penanganan sementara,’’ bebernya.
Camat Tambakboyo Ari Wibowo Waspodo mengaku sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan kondisinya memang cukup parah.
‘’Sudah kami koordinasikan dengan BPBD untuk melakukan penanganan sementara,’’ ujarnya.
Termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) juga sudah meninjau lokasi untuk menghitung kebutuhan biaya perbaikan.
‘’Insya Allah, tahun depan akan dianggarkan,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama