RADARTUBAN - Membeli pakaian bekas tak lagi jadi hal yang aneh saat ini. Pakaian bekas yang layak guna justru semakin menjadi primadona bagi sebagian masyarakat.
Salah satu upaya memperoleh pakaian bekas yang layak guna dengan harga terjangkau adalah melalui kegiatan thrifting atau pameran baju bekas.
Wajarnya pameran, thrifting adalah kegiatan yang menjejer berbagai jenis pakaian bekas untuk dijual kembali dengan harga terjangkau.
Meski yang dijual bukan barang baru, kegiatan yang populer sejak pandemi Covid-19 ini banyak diburu para remaja karena dianggap sebagai sebuah tren untuk memanfaatkan barang bekas.
Chandra, ketua pelaksana pameran baju bekas yang diselenggarakan di Gedung Budaya Loka Tuban mengatakan, thrifting diminati sebagian anak muda karena sebagai salah satu cara frugal living atau gaya hidup hemat.
Sebab, harga barang-barang bekas yang ditawarkan harganya dibanderol 50 persen lebih murah dari barang baru. “Kami mengajak teman-teman yang memiliki bisnis UMKM untuk bisnis bersama,” kata dia.
Salah satu penikmat thrifting, Sumiyatun mengamini bahwa harga pakaian bekas yang ditawarkan dalam kegiatan ini memang murah.
Sehingga menjadi kesempatan baginya untuk mengkoleksi lebih banyak model pakaian. Sebagai contoh, harga celana jeans merek tertentu yang semula Rp100 ribu, dijual Rp50 ribu. (gik/yud)
Editor : Yudha Satria Aditama