RADARTUBAN – Duh nasib. Mungkin itulah yang dirasakan tukang becak wisata religi Sunan Bonang menyusul perubahan rute rekayasa lalu lintas (lalin) yang resmi diterapkan sejak Kamis (2/1) lalu.
Niat hati ingin mencari rute alternatif yang lebih cepat dan tidak melelahkan, namun malah dihadapkan dengan protes warga yang resah lantaran menyebabkan gang sempit semakin ruwet.
Sebagaimana diketahui, jalur becak wisata religi Sunan Bonang mengalami perubahan dari rute awal: Parkiran Kebonsari-Jalan AKBP Suroko-Jalan KH Mustain-Makam Sunan Bonang, lalu berubah dari Parkiran Kebonsari-Jalan AKBP Suroko, belok kiri ke Jalan Basuki Rahmat, kemudian melewati Jalan Pemuda-masuk Makam Sunan Bonang melalui pintu barat.
Nah, pada rute balik inilah para abang becak mencoba mencari jalur alternatif agar lebih cepat dan tidak terlalu ngos-ngosan.
Yang seharusnya dari Jalan Pemuda lurus ke Jalan Lukman Hakim hingga pertigaan Jalan Gajah Mada, lalu belok kiri kembali ke Parkiran Kebonsari, sebagian besar dari mereka memilih potong kompas melewati Gang Ikhlas atau gang kecil di Jalan Lukman Hakim menuju timur, lalu kembali ke pangkalan.
Namun, keramaian becak di gang sempit yang sering kali iring-iringan itu membuat sebagian warga resah dan protes kepada pemangku kebijakan.
“Banyak becak yang menerobos ke gang ini (Gang Ikhlas, Red) malah semakin membuat macet jalanan gang sempit,’’ keluh Hasyim, warga Gang Ikhlas, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban.
Hal serupa juga diungkapkan Siti.
Menurutnya, keberadaan abang becak yang lewat gang sempit itu malah membahayakan pengguna jalan. Utamanya, anak-anak kecil yang biasanya main di gang tersebut.
‘’Tanpa becak saja kadang sudah padat, apalagi ditambah becak, semakin ruwet. Aktivitas kami juga menjadi terganggu jika banyak kendaraan yang lewat,’’ keluhnya.
Agus, salah satu abang becak mengaku terpaksa memotong jalur lewat gang sempit itu lantaran rute baru yang diterapkan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban terlalu panjang.
Sehingga membuat tukang becak yang membawa peziarah ke Makam Sunan Bonang menjadi lebih ngos-ngosan.
‘’Kami memilih lewat gang kecil ini karena lebih cepat dan dekat, kami juga tidak terlalu ngos-ngosan,’’ katanya. Namun, dia hanya bisa pasrah lantaran upayanya itu diprotes warga.
‘’Kami hanya bisa berharap ada solusi yang lebih baik dari pemerintah daerah. Jujur, rute baru ini sangat jauh dan tidak sebanding dengan upah yang kami dapat,’’ tandasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) DLHP Tuban Imam Isdarmawan menyampaikan, pihaknya akan segera menindaklanjuti pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah tukang becak yang menjadi keresahan warga tersebut.
‘’Kami akan konsolidasi dengan tim terkait untuk memutuskan tindakan apa yang diambil untuk menertibkan pelanggaran tersebut,” tandasnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama