RADARTUBAN – Keluhan mendalam yang disampaikan para abang becak wisata religi Sunan Bonang menyusul perubahan rute rekayasa lalu lintas (lalin) peziarah yang semakin jauh, sepertinya masih akan berlanjut hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Pun demikian dengan keluhan warga akibat banyaknya tukang becak yang mencari jalur alternatif di gang-gang sempit.
Pasalnya, hingga Senin (6/1) belum ada solusi yang ditawarkan oleh pemangku kebijakan. Sementara para tukang becak sudah ngos-ngosan dan warga semakin resah dengan rute baru yang resmi diterapkan sejak Kamis (2/1) lalu itu.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebonsari, Aipda Rahmat Agung menuturkan, upaya yang dilakukan untuk sementara ini hanya memberikan imbauan bagi tukang becak yang melanggar rambu-rambu dan tak mematuhi rute yang telah ditetapkan.
‘’Kami telah memasang rambu petunjuk larangan melintas bagi becak di sebelah barat Gang Ikhlas dan Gang 6,’’ tuturnya
Lebih lanjut, Agung menyampaikan, untuk mengatasi permasalahan keluhan warga, dia dibantu dengan Ketua RT setempat guna memberikan imbauan pada tukang becak yang memotong rute. ‘’Kami beri teguran untuk putar balik sesuai rute yang telah ditetapkan oleh dinas,’’ tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) DLHP Tuban Imam Isdarmawan menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan konsolidasi dengan pihak terkait untuk mengurai masalah tersebut. Namun, sejauh ini belum ada solusi yang bisa disampaikan ke publik.
‘’Yang jelas, kami laksanakan terlebih dulu uji coba rekayasa lalu lintas ini sembari menunggu evaluasi lebih lanjut,’’ tandasnya.
Sebagaimana diketahui, jalur becak wisata religi Sunan Bonang mengalami perubahan dari rute awal: Parkiran Kebonsari-Jalan AKBP Suroko-Jalan KH Mustain-Makam Sunan Bonang, lalu berubah dari Parkiran Kebonsari-Jalan AKBP Suroko, belok kiri ke Jalan Basuki Rahmat, kemudian melewati Jalan Pemuda-masuk Makam Sunan melalui pintu barat.
Nah, pada rute balik inilah para abang becak mencoba mencari jalur alternatif agar lebih cepat dan tidak terlalu ngos-ngosan.
Yang seharusnya dari Jalan Pemuda lurus ke Jalan Lukman Hakim hingga pertigaan Jalan Gajah Mada, lalu belok kiri kembali ke Parkiran Kebonsari, sebagian besar dari mereka memilih potong kompas melewati Gang Ikhlas atau gang kecil di Jalan Lukman Hakim menuju timur, lalu kembali ke pangkalan.
Namun, keramaian becak di gang sempit yang sering kali iring-iringan itu membuat sebagian warga resah dan protes kepada pemangku kebijakan. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama