RADARTUBAN – Bumi Wali FC harus mengubur mimpinya lolos fase grup Liga 4 Regional Jawa Timur lebih awal. Itu menyusul kekalahan kedua dalam laga lanjutan penyisihan Grup M menjamu Nganjuk Ladang FC di Lapangan Gelora Bung Sumardji, Kabupaten Nganjuk, Rabu (8/1).
Sejak awal pertandingan, tim berjuluk Laskar Sunan Bonang itu berusaha mengambil alih kendali pertandingan. Alih-alih menciptakan gol, justru para pemain Bumi Wali FC dikejutkan dengan gol yang diciptakan oleh pemain Nganjuk Ladang FC.
Melalui skema serangan yang apik, Ishomuddin sukses menggetarkan jala gawang Bumi Wali FC yang dijaga oleh Saiful As’ari. Skor 0-1 membuat asa tim asal Kabupaten Tuban untuk lolos grup semakin menipis.
Beban yang dipikul punggawa tim Bumi Wali FC semakin berat usai di menit 43 tim tuan rumah penyisihan fase grup itu kembali menciptakan gol yang kedua melalui Rifky Ananta dari eksekusi tendangan penalti.
Skor 0-2 bertahan hingga paro waktu. Di babak kedua, tim Bumi Wali FC berusaha membalikan keadaan, Edi Winarno CS itu gagal mencetak gol satu pun hingga peluit tanda akhir pertandingan dibunyikan.
Dengan hasil ini, Bumi Wali FC dipastikan tersingkir dari kompetisi Liga 4 Regional Jatim, meski masih menyisakan satu pertandingan melawan Lamongan FC. Dua kekalahan yang diderita, yakni 2-0 dari Ngawi FC dan 0-2 dari Nganjuk Ladang FC.
Hasil minor dicatatkan oleh tim asal Kota Legen sepanjang laga yang telah digelar, yakni dengan raihan 2 kali kekalahan, 4 kali kebobolan dan sama sekali tidak mampu mencetak satu gol. Bumi Wali FC berada di juru kunci klasemen Grup M.
Ketua Umum Bumi Wali FC Ruwiyono menyampaikan, hasil ini menjadi pembelajaran bagi tim untuk menghadapi kompetisi di tahun berikutnya. ‘’Kami menyadari persiapan dari tim jauh tertinggal dari tim-tim kontestan lainnya,’’ ungkap dia.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, sebetulnya momen untuk meraih kemenangan ada di pertandingan perdana, namun timnya gagal mengamankan poin penting tersebut.
‘’Kita belajar banyak dari tim-tim kontestan lainnya, untuk berbenah menyongsong kompetisi yang akan datang,’’ tuturnya.
Sementara itu, Manajer Bumi Wali FC Asep Nur Hidayatulloh mengatakan, kesalahan di pertandingan kedua ini hampir sama dengan pertandingan pertama, yakni banyak miss komunikasi antarpemain yang berujung dengan terciptanya gol untuk lawan. ‘’Finishing dan ketenangan pemain dalam mengalirkan bola belum ada,’’ ujar dia. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama