RADARTUBAN – Aksi pengendara yang menerobos jalur di sejumlah titik persimpangan di jalan lingkar selatan (JLS) masih menjadi problem yang tak kunjung teratasi.
Padahal, arus lalu lintas di jalur ring road itu semakin padat menyusul rekayasa lalu lintas yang mengalihkan kendaraan bermuatan berat melintas di jalur tersebut.
Alhasil, tingkat kerawanan kecelakaan semakin tinggi. Jumat (10/1), misalnya, pantauan Jawa Pos Radar Tuban di persimpangan JLS titik Desa Kembangbilo dan Sugiharjo, masih marak dijumpai pengendara roda dua yang menolak putar balik. Rata-rata dari mereka langsung menerobos jalur.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) DLHP Tuban Imam Isdarmawan menyampaikan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi di beberapa persimpangan JLS yang masih menjadi titik rawan pelanggar lalu lintas.
Diterangkan Imam, evaluasi itu sekaligus untuk memenuhi standarisasi jalan nasional yang diperuntukan kendaraan berkecepatan di atas 60 km/jam. ‘’Untuk memenuhi syarat itu, kami akan segera mengevaluasi sejumlah persimpangan,’’ ujarnya.
Dia juga menyebut, kemungkinan juga akan menutup atau mengurangi jumlah persimpangan di sepanjang JLS guna memenuhi kelayakan keamanan jalan nasional tersebut. ‘’Jalur cepat jika banyak persimpangan tidak aman bagi pengendara,’’ tuturnya.
Pejabat asal Bojonegoro itu menuturkan, dirinya juga tidak menampik terkait potensi penutupan salah satu persimpangan yang jaraknya berdekatan, seperti persimpangan Kembangbilo dan Sugiharjo.
Namun, sebelum itu akan berkoordinasi dengan Bina Marga Balai Jalan Nasional, selaku pemangku kewenangan.
‘’Seperti apa hasilnya nanti, akan kami koordinasikan dulu,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama