Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kembali Bertambah, 24 Naskah Kuno yang Ada di Museum Kambang Putih Sudah Dimanuskrip

Hardiyati Budi Anggraeni • Minggu, 12 Januari 2025 | 03:01 WIB
Ilustrasi Naskah Kuno
Ilustrasi Naskah Kuno

RADARTUBAN- Setelah 12 naskah kuno yang sudah didigitalisasi. Kini ada 24 naskah dari Museum Kambang Putih, menambah daftar peningalan masa lampau yang sudah di manuskrip.

Pustakawan Perpusda Tuban Ratih Eka Nirmala Krisdiyanti menyampaikan, alih media pada naskah tersebut memang sudah direncanakan oleh Dispersip Provinsi Jatim.

‘’Memang sudah ada rencana. Karena yang menaungi museum adalah Disbudporapar, jadi kami bersurat ke instansi terkait jadi tidak bisa langsung,” katanya.

Dikatakan dia, berbeda dengan naskah kuno yang sebelumnya ditemui. Pasalnya, kebanyakan naskah yang ditemukan adalah kitab dengan bertulisakan huruf pegon.

Berbeda dengan naskah kuno yang ada di Museum, karena kebanyakan memang bertuliskan huruf Jawa.

‘’Yang disini kebanyakan bertuliskan huruf Jawa. Jadi bukan kitab seperti yang di pesantren sebelumnya,” ujarnya.

Meski demikian, terang Ratih, saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti isi naskah tersebut. Pasalnya, butuh ahli filolog untuk mengetahui isi peninggalan tersebut.

Sehingga, untuk kejalasan isi, tahun, baik penulis naskah masih belum diketahui.

‘’Belum sampai sedetail itu untuk mengeditifikasinya,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Terpisah, Kepala Disbudporapar Tuban M. Emawan Putra mengatakan, naskah yang ada di Musem Kambang Putih telah dilakukan manuskrip secara keseluruhan. Namun, saat ini pihaknya belum diberikan link untuk bisa mengakses naskah tersebut.

‘’Saat ini memang belum, karena juga baru selesai. Jadi sepertinya masih di proses,” katanya.

Emawan sapaan akrbanya menjelaskan, setelah dilakukan manuskrip tersebut ada rencana untuk menyebarkan link pada teks kuno yang sudah didigalisasi tersebut.

Jika memungkinkan, nantinya link tersebut akan dipasang melalui benner dan ditaruh dalam Museum. Sehingga, pengunjung bisa langsung mengakses naskah kuno yang sudah berupa digital tesebut. ‘’Rencananya seperti itu,” tambahnya.

Selain untuk menambah pengetahuan, link tersebut juga sebagai salah satu keunikan yang dimiliki oleh museum Kambang Putih.

Maka, perbedaan itulah yang menjadikan tempat penyimpanan benda bersejarah tersebut akan semakin terkenang.

‘’Karena beda dari yang lain, jadi bisa menjadi ciri khas tersendiri,”  tandasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Museum Kambang Putih #Dimanuskrip #naskah kuno #Pesantren Langitan #Disbudporapar