Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lantaran Tidak Diprediksi Kembali Mewabah Pemkab Tuban Tak Alokasikan Anggaran Penanganan PMK

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 14 Januari 2025 | 20:49 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADARTUBAN – Mewabahnya kem­bali penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sepertinya tidak ma­suk prediksi Dinas Keta­hanan Pangan, Per­tanian, dan Peri­kanan (DKP2P) Tuban.

Itu tampak dari tidak ada­nya alokasi anggaran untuk menangani penya­kit menular pada hewan berkuku genap tersebut.

Sekretaris Daerah (Sek­da) Tuban Budi Wiyana membe­narkan bahwa da­lam angga­ran penda­patan dan belanja daerah (APBD) 2025 tidak ada alokasi anggaran untuk pe­nanganan PMK.

Pasal­nya, pemerintah daerah me­ngang­­gap bahwa kasus PMK ini sudah selesai. ‘’Ka­rena tidak mengira PMK kembali mewa­bah, sehingga peme­rintah daerah tidak memiliki dasar untuk meng­alokasikan ang­garan,’’ katanya.

Lantas, bagaimana jika nanti dibutuhkan vaksinasi PMK? Untuk sementara ini, terang sekda, vaksinasi pada hewan ternak, baik sapi mau­pun kambing dilakukan secara mandiri. Sebab, jika menunggu anggaran pena­nga­nan PMK dari pemerin­tah, maka harus melakukan penyusunan lagi.

‘’Dan itu (pengalokasian ang­garan, Red) paling capat di peru­bahan APBD nanti,’’ ujarnya.

Disinggung soal refocusing anggaran, Budi—sapaan akrab­nya—menegaskan bahwa pergeseran anggaran tidak bisa dilakukan tanpa ada petunjuk atau regulasi dari pemerintah provinsi atau pemerintah pusat.

Sedangkan sampai saat ini tidak ada kebijakan apa pun ihwal mewabahnya PMK. ‘’Kalau pemerintah me­nyam­paikan bahwa pemkab harus mela­kukan pergeseran anggaran, itu kami baru bisa,’’ bebernya.

Walakin, pemkab akan tetap melakukan langkah-langkah pencegahan agar PMK tidak mewabah di Kabupaten Tuban.

Pekan ini, misalnya, dinas terkait sudah diinstruk­sikan untuk melakukan peme­taan wi­layah agar penyebaran PMK bisa dicegah. Juga memantau aktivitas keluar-masuknya sapi dari pasar hewan.

‘’Ren­cananya, Selasa (14/1) akan dilakukan rapat koordinasi oleh dinas terkait dengan lembaga lain seperti TNI dan Polri,’’ terang mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bap­peda) Tuban itu.

Terpisah, Kepala DKP2P Tuban Eko Julianto menga­mini bahwa sampai belum ada program vaksinasi dari pemerintah.

‘’Saat ini vaksin memang belum tersedia, tapi pihaknya memasti­kan stok obat-obatan masih cukup.

Jadi, untuk melaku­kan pengendalian PMK sementara ini dengan pe­ngobatan hewan yang sakit dan pengawasan pasar hewan,’’ katanya.

Selain itu, juga mulai dila­kukan upaya pencegahan de­ngan melakukan disinfek­tan di sejum­lah pasar hewan. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#vaksinasi #hewan ternak #PMK #sapi #anggaran #Menular #DKP2P