RADARTUBAN – Di mana ada gula di situ ada semut. Di mana ada keramaian di situ tumbuh subur perumahaan.
Itulah gambaran pertumbuhan penduduk di berbagai wilayah. Termasuk di Tuban. Tingkat hunian di wilayah kota semakin padat.
Kepala BPS Tuban Andhie Surya Mustari mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini kepadatan penduduk di kota dan desa mengalami ketimpangan yang cukup dalam. Di Kecamatan Kenduruan, misalnya.
Kepadatan penduduk di kecamatan ujung barat Kabupaten Tuban ini hanya 350 jiwa per kilometer (km) persegi. Sementara di wilayah kota atau Kecamatan Tuban sudah mencapai 4.136 jiwa per km persegi.
Disampaikan Andhie, fakta ini menandaskan bahwa cenderung memiliki tinggal di wilayah perkotaan ketimbang desa.
Hal ini juga sejalan dengan minimnya generasi muda menjadi petani. Sehingga berbondong-bondong mencari kerja di kota.
Lebih lanjut, Andhie menyampaikan, perbandingan kepadatan penduduk antara desa dan kota di wilayah Kabupaten Tuban ini sudah tergolong timpang.
Sehingga, berdampak pula terhadap daya dukung infrastruktur, lingkungan, dan sosial.
‘’Karena jumlah penduduk yang sedikit, maka muncul problem kekurangan tenaga kerja. Padahal, wilayah tersebut (seperti Kecamatan Kenduruan, Red) memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah,’’ terang Andhie.
Di level provinsi, kepadatan penduduk di Kota Legen ini menempati peringkat 12 sebagai kabupaten/kota paling padat di Jawa Timur.
Jika direrata, kepadatan penduduk di Tuban sudah mencapai 664 jiwa per kilometer persegi. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama