RADARTUBAN – Diduga lantaran nunggak membayar sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dan kasus foto syur, tiga siswa kelas 12 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tuban dikeluarkan dari sekolah.
Padahal, ketiganya sebentar lagi lulus. Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, satu siswa yang dikeluarkan lantaran nunggak membayar SPP itu dari Kecamatan Soko.
Sementara dua siswa dari Kecamatan Rengel dan Grabagan di-drop out karena diduga menyebar foto tidak senonoh.
Kepada Jawa Pos Radar Tuban, siswa yang dikeluarkan lantaran diduga telat membayar SPP itu membenarkan bahwa dirinya memang nunggak membayar biaya pendidikan bulanan dan sering tidak masuk sekolah.
Namun, semua itu ada alasannya. Nunggak membayar SPP lantaran memang tidak mampu.
Sementara sering tidak masuk sekolah karena memang tidak memiliki kendaraan sendiri.
‘’Saya tidak bayar sekolah karena tidak punya uang, dan sering bolos karena tidak ada tumpangan kendaraan dari teman,’’ ujarnya.
Namun oleh pihak sekolah, persoalan nunggak SPP dan sering tidak masuk sekolah karena tidak mendapat tumpangan, itu menjadi alasan pihak sekolah mengeluarkan dirinya.
Disampaikan dia, sejak SMP dirinya sudah ditinggal orang tuanya bekerja di Surabaya. Di rumah hanya tinggal bersama sang kakek.
Dan setahun yang lalu sang kakek meninggal dunia. Kini, dirinya hidup sebatang kara. Dan untuk kebutuhan sehari-hari dibantu tetangga.
Karena sudah dikeluarkan dari sekolah, keinginannya untuk menyandang status ijazah SMA akhirnya pupus.
‘’Saya sekarang sedang mencari kerja,’’ tandasnya.
Sementara itu, orang tua siswa yang dikeluarkan lantaran diduga foto syurnya anaknya tersebar mengaku sangat sedih. Sebab, sebentar lagi anaknya bakal lulus.
‘’Sebagai orang tua, saya sangat sedih, anak dikeluarkan dari sekolah tanpa alasan yang jelas,’’ ujar orang tua siswa asal Kecamatan Rengel itu.
Begitu juga dengan orang tua siswa asal Kecamatan Grabagan.
Kepada wartawan koran ini, dia mengungkap bahwa anaknya dikeluarkan dari MAN 2 Tuban dengan tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas.
‘’Tanpa alasan jelas, ketika saya dipanggil di ruangan wali kelas bahwa anak saya dikeluarkan dari sekolah, itu saya syok,’’ ujarnya.
Pihak Sekolah Membantah Keluarkan Tiga Siswanya
Sementara itu, pihak sekolah diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Hubungan Masyarakat MAN 2 Tuban Gunawan Wibisono membenarkan bahwa tiga siswa tersebut sudah tak lagi bersekolah.
Namun, tegas dia, pihak sekolah mengaku tidak pernah mengeluarkan secara resmi ketiga siswa tersebut.
Disampaikan Gunawan, ketiga siswa tersebut memang terlibat kemelut permasalahan yang cukup kompleks, dari masalah ekonomi hingga skandal pornografi.
‘’Mereka sampai saat ini tidak pernah masuk, tapi kami tidak pernah mengeluarkannya,’’ tandasnya. (fud/gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama