RADARTUBAN – Rekayasa pengalihan arus lalu lintas kendaraan muatan berat melewati jalan lingkar selatan (JLS) sejak 2 Januari lalu disambut positif oleh sebagian besar masyarakat.
Pasalnya, kini tidak lagi ditemukan kepadatan kendaraan di tengah kota.
Namun, seiring konsekuensi pengalihan rute kendaraan berat tersebut, kini sejumlah titik JLS perlahan rusak. Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, kerusakan ringan hingga sedang semakin banyak ditemukan.
Di titik Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, misalnya, Jumat (17/1) terpantau banyak pengendara yang terpaksa mengurangi kecepatan untuk menghindari jeglongan berisi kubangan air di tengah jalan.
Seperti yang dirasakan oleh M. Dzulfikar, pria asal Desa Maibit, Kecamatan Rengel yang saban hari melintasi jalur tersebut.
Dia mengungkapkan, banyak lubang di tengah jalan membuatnya takut terjerembab di tengah kubangan yang lebarnya mulai dari diameter 10-25 centimeter (cm).
‘’Apalagi kalau hujan, jeglongannya berisi air jadi semakin membahayakan,’’ ujar karyawan salah satu perusahaan di Tuban yang setiap hari pulang-pergi melewati jalan tersebut.
Keresahan yang sama juga dirasakan Rasmo, warga Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban yang tinggal dekat ring-road.
Pria paro baya itu mengungkapkan, selain jalan berlubang, juga banyak dijumpai aspal mengelupas di beberapa titik.
‘’Harapannya segera ada perawatan, sehingga tidak sampai membuat pengendara celaka,’’ tuturnya.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tuban Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban Imam Isdarmawan menyampaikan, adanya keluhan dari masyarakat ini turut menjadi bahan evaluasi instansinya ke depan—sebelum aturan pengalihan jalur itu resmi diterapkan.
‘’Sekarang ini masih tahap uji coba, masih banyak juga yang perlu dibenahi,’’ tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan oleh Imam, perlengkapan keamanan lalu lintas seperti penerangan jalan umum (PJU) dan rambu di sepanjang ring road juga masuk tahap perawatan.
‘’Intinya, sebelum kendaraan berat melewati JLS secara permanen, seluruh fasilitas penunjang, termasuk titik persimpangan dipastikan akan memenuhi standar keamanan jalan nasional,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni