Ibarat pribahasa “ada gula ada semut”, program makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo adalah “gula” bagi para pelaku usaha catering. Meski belum jelas kapan Kabupaten Tuban ditunjuk melaksanakan program ini. Namun, sudah ada ribuan pelaku usaha makanan rumahan yang ingin menjadi mitra dari program janji kampanye Prabowo-Gibran ini.
BERDASAR data yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, sejak pertengahan Desember 2024 lalu hingga pekan ini, kurang lebih terdata sebanyak 1.700 individu pemilik usaha catering rumahan mengurus nomor pokok wajib pajak (NPWP) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tuban.
Sebagaimana diketahui, kepemilikan NPWP merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha jika ingin menjadi mitra pemerintah dalam program MBG ini.
Baca Juga: Bantah Kabar Hacker, DJP Tegaskan Tidak Ada Indikasi Kebocoran Data 6 Juta NPWP
Fenomena bak peribahasa “ada gula ada semut” dalam program MBG ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Tuban, Tommy Wiryawan.
Dia menyampaikan, sejak Desember lalu, hampir saban hari ada 50-60 orang pelaku usaha catering yang menyambangi kantornya untuk mendaftar NPWP.
‘’Rata-rata bertujuan ingin menjadi mitra program MBG,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Menurut Tommy—sapaan akrabnya, banyaknya pelaku usaha makanan yang mengurus NPWP ini menandakan bahwa mereka sangat antusias menyambut program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini.
‘’Ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program pemerintah,’’ klaimnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, 1.700-an pelaku usaha kecil menengah (UMKM) itu berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Tuban.
Terbanyak, dari Kecamatan Semanding, Palang, dan Tuban.
‘’Kebanyakan dari mereka yang mendaftar itu dilakukan secara kolektif oleh penanggung jawab yang ada di setiap kecamatan atau wilayahnya,’’ tuturnya.
Tommy menambahkan, saking banyaknya calon mitra MBG yang mengantre mengurus NPWP, beberapa di antaranya diminta melalui proses daring.
‘’Tidak harus datang ke kantor untuk membuat NPWP, tapi kebanyakan dari mereka merasa lebih aman jika membuat NPWP dilayani langsung oleh petugas,’’ tandasnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama