Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dari Tiga Siswa yang Diduga Dikeluarkan MAN 2 Tuban, Dua Siswa Pilih Bekerja dan Langsung Menikah

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 21 Januari 2025 | 17:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADARTUBAN – Pupus sudah ha­rapan dua dari tiga siswa MAN 2 Tuban untuk menyan­dang status ijazah SMA pasca “dikeluarkan” pihak sekolah sebulan lalu.

Pasalnya, kedua siswa yang diduga di-drop out lantaran menunggak membayar SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) dan foto syurnya tersebar itu kesulitan mendapat sekolah baru, hingga akhirnya masing-masing memutuskan bekerja dan langsung menikah.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, siswa yang memutus­kan bekerja itu berasal dari Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, sedangkan yang memu­tuskan langsung menikah itu berasal dari Desa Pakis, Kecamatan Grabagan.

Sementara untuk satu siswi dari Kecamatan Rengel yang juga turut dikeluarkan cukup berun­tung. Kini, siswi yang di­duga dikeluarkan pihak sekolah yang juga lantaran fo­to syurnya tersebar itu dite­rima oleh salah satu sekolah swasta di Keca­matan Plum­pang.

Ketua Forum Peduli Pendi­dikan Tuban (FPPT) Tuban Riza Sha­lihuddin Habibi prihatin dengan keputusan pihak sekolah yang memu­puskan masa depan anak tersebut.

Seharusnya, tegas Gus Riza—sapaan akrabnya, para siswa tetap diberikan ke­sempatan untuk menun­tas­­kan pendidikan dengan pem­binaan khusus dari pihak sekolah, bukan malah dike­luarkan dari sekolah.

‘’Apa pun kesalahannya siswa tidak boleh sampai di­keluarkan. Apalagi hanya persoalan nung­gak mem­bayar SPP. Ini sangat miris. Jangankan kok alasan tidak membayar SPP, alasan nar­koba sekalipun tidak boleh mengeluarkan siswa,’’ tegasnya.

Seharusnya, terang Gus Riza, sekolah sebagai lem­baga pen­didikan berkewaji­ban untuk membimbing dan men­didik anak dari ti­dak baik men­jadi baik. ‘’Kalau sudah seperti ini, pu­pus sudah cita-cita mere­ka bisa lulus dan menyan­dang ijazah SMA,’’ katanya.

Lebih lanjut, pengasuh Pon­pes Ash-Shomadiyah itu me­nolak keras jika ada sekolah yang mengeluarkan siswanya dengan alasan apapun.

‘’Bagi kami, siswa itu memiliki ke­wajiban belajar. Tugas sekolah adalah membina dan mendidik anak,’’ ujarnya sekaligus me­minta pihak dinas pen­didikan maupun kemenag untuk melakukan pembi­naan sekali­gus bertanggung jawab ter­hadap dua siswa yang akhirnya gagal me­nuntaskan pendidikan 12 tahun tersebut. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#menikah #MAN 2 Tuban #ijazah #Dikeluarkan #status #Grabagan #bekerja #sekolah