RADARTUBAN – Warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo diminta kembali waspada. Itu menyusul tinggi muka air (TMA) yang merangkak naik dan mendekati siaga merah.
Berdasar pengamatan dari laman Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, TMA di papan duga Babat pada pukul 18.35 tadi malam sudah menyentuh angka 9.27 mdpl atau di atas siaga merah 8.91 mdpl.
Tren kenaikan TMA sungai terpanjang di Pulau Jawa itu terlihat sejak pukul 06.00. Dari yang sebelumnya masih siaga kuning, perlahan naik di atas siaga merah.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji menyampaikan, seiring TMA di atas siaga merah tersebut, air kiriman dari wilayah hulu mulai meluber ke lahan persawahan dan mendekati area perkampungan.
Meski belum ada rumah yang terendam, Darmaji—sapaan akrabnya—meminta kepada setiap warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo untuk waspada.
Sebab, sewaktu-waktu berpotensi menggenangi area permukiman. Terlebih, hujan lebat dari hulu hingga hilir masih berlangsung.
‘’Kami sudah melakukan pengecekan ke Kecamatan Soko dan Rengel, sejumlah sawah mulai tergenangi air, tapi belum sampai menggenangi rumah warga,’’ katanya.
Lebih lanjut, mantan Camat Grabagan itu menuturkan, berdasar informasi yang diterima, hingga tadi malam hujan di wilayah hulu masih belum reda. Artinya, ada potensi TMA kembali naik lagi.
‘’Sudah kami sampaikan kepada warga di sepanjang bantaran untuk waspada dan selalu berhati-hati saat beraktivitas di pinggir sungai,’’ katanya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama