RADARTUBAN – Kendati tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo perlahan surut dan kembali di bawah siaga merah.
Namun, warga yang tinggal di bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu tetap diminta untuk waspada. Sebab, ketinggian air masih berpotensi naik ke siaga merah.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, hingga kemarin masih ada empat desa yang akses jalan setapaknya terendam bah luapan Bengawan Solo, yakni Desa Tambakrejo, Ngadirejo, dan Karangtinoto, Kecamatan Rengel, dan Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang.
Sunoto, warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel mengungkapkan, banjir luberan Bengawan Solo mulai menggenangi akses jalan depan pemukimannya sejak Rabu (22/1) dini hari.
‘’Ketinggian air bervariatif mulai dari 20 sampai 30 centimeter (cm),’’ katanya.
Kurang lebih ada enam keluarga yang terdampak. Pasalnya, akses jalan kurang lebih 200 meter itu merupakan satu-satunya jalan penghubung desa. ‘’Tapi Alhamdulillah, hari ini mulai surut,’’ katanya.
Terpisah, Bahrul, warga Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang mengatakan, banjir yang melanda akses jalan di desanya cukup mengganggu aktivitasnya menuju tempat kerja.
Genangan itu sudah berlangsung dua hari ini. ‘’Sudah dari kemarin (lusa, Red) banjirnya, semoga segera surut,’’ harapnya.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, jika curah hujan di bagian hulu tidak tinggi maka kemungkinan bagian hilir seperti di wilayah Tuban bisa segera surut.
‘’Meski surut, tapi semua warga sudah paham bahwa sewaktu-waktu masih bisa naik karena hujan masih terus turun,’’ katanya.
Kepala Pelaksana (kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji membenarkan bahwa TMA Bengawan Solo kembali surut di bawah siaga merah.
Namun, terang dia, hujan di wilayah hulu masih terus berlangsung. Sehingga, masih ada potensi naik lagi.
‘’Untuk itu, kami selalu melakukan monitoring di beberapa wilayah sepanjang bantaran sungai. Saat ini terpantau aman,’’ katanya.
Lebih dia menyampaikan, jika curah hujan di bagian hulu tidak tinggi, maka kemungkinan bagian hilir seperti di wilayah Kabupaten Tuban bakal berangsur surut dan kembali normal. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama