Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Syayidatus Sholikah, Suka Mengabadikan Karya dalam Puisi

Sugiati. • Sabtu, 25 Januari 2025 | 18:30 WIB

Photo
Photo

SETIAP orang memiliki cara masing-masing dalam mengekspresikan perasaan. Salah satunya menulis puisi. Itu pula yang selama ini dilakukan Syayidatus Sholikah. Meski kadang hanya bebe­rapa bait, hampir saban hari dia rutin menulis puisi.

‘’Bagi saya, puisi adalah ruang untuk mengeks­presikan pikiran dan perasaan. Baik saat sedih maupun senang,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Meski demikian, diakui Ayis—sapaan akrab Syayidatus Sholikah, menuangkan pikiran dan perasaan menjadi puisi bukan hal yang mudah. Karena itu, dibutuhkan kebiasaan dan ketekunan.

Dan tidak kalah penting, adalah asupan bacaan. Sebab, orang yang gemar membaca akan memiliki banyak kosa kata atau diksi. Apalagi menulis puisi, dibutuhkan banyak kata-kata yang indah dan ber­makna.

‘’Selain itu, juga harus memiliki rima yang enak dibaca, tapi tetap tidak kehilangan makna,’’ tuturnya.

Alumni Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Prodi Pen­didikan Bahasa dan Sastra Indonesia itu menga­ku sudah terbiasa menulis puisi sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), dan semakin menjiwai saat memasuki bangku kuliah.

‘’Bagi saya, menulis puisi adalah aktivitas fleksibel yang dapat dilakukan se­bagai sarana mengungkap­kan perasaan atau isi hati. Jadi sangat menyenangkan,’’ ujar dara yang kini genap berusia 23 tahun itu.

Lebih lanjut, cewek asal De­sa Bandungrejo Keca­ma­tan Plumpang itu me­nga­takan, menulis puisi adalah kegiatan yang tidak mengenal ruang dan waktu.

Di mana pun dan kapan pun bisa dilakukan. Sekali­pun sambil jalan-jalan mau­pun saat rebahan.

‘’Terma­suk sebelum tidur. Itu adalah waktu yang paling saya suka untuk me­ngungkapkan perasaan. Sering kali saya menulis puisi sebelum tidur,’’ katanya.

Menurut Ayis, kebahagiaan yang direngkuh ketika me­nulis puisi adalah saat tu­lisannya dibaca oleh banyak orang. ‘’Saya sering me­ngung­gah tulisan saya di blog pribadi,’’ ujarnya.

Meski menulis puisi adalah kegiatan menyenangkan ba­ginya, namun sering kali dia dilabeli dengan kata alay oleh beberapa orang di sekitarnya lantaran selalu mengungkap­kan isi hati melalui puisi.

‘’Padahal, setiap orang me­miliki cara tersendiri untuk mengungkapkan pe­rasa­annya. Dan menulis puisi adalah cara saya,’’ ujarnya.

Selain rutin mengunggah tulisannya di blog pribadi, Ayis juga sering mengikuti lomba menulis puisi. ‘’Meski tidak juara, tapi setidaknya saya senang karya saya abadi,’’ tandasnya. (gik/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#gemar membaca #sedih #perasaan #pikiran #karya #puisi #kata-kata