Sukses tidak memandang dari mana kita dilahirkan. Tapi sejauh mana kita mewujudkan harapan. Itulah gambaran perjalanan Candra Marimar, anak seorang petani asal Desa Pandanagung, Kecamatan Soko yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Tuban dan merah putih di kancah internasional.
MARIMAR kecil tidak pernah membayangkan bakal menjadi atlet gulat berprestasi yang membanggakan seperti sekarang. Perjalanan karirnya berjalan natural dan tanpa kesengajaan.
Pun tidak pernah dibayangkan oleh kedua orang tua.
Maklum, Marimar hanyalah anak seorang petani dari pelosok desa di Kecamatan Soko.
Jika pun bermimpi, tidak pernah sejauh ini.
Titik tolak ketidaksengajaan yang kemudian bermetamorfosis menjadi prestasi membanggakan, itu berawal dari ajakan temannya untuk ikut kegiatan ekstrakurikuler gulat saat duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).
‘’Jadi, awalnya diajak teman,’’ ujar alumni SMPN 2 Soko itu.
Dari ajakan itu, kemudian berubah menjadi hobi sekaligus rutinitas yang membawanya hingga menjadi atlet gulat profesional penuh prestasi.
Bahkan, tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Tuban, tapi juga provinsi dan negara ini.
Itu dibuktikan dengan prestasi terbarunya: meraih medali emas dalam kompetisi Korea Open International Tournament 2024 lalu.
Ini sekaligus mencatatkan namanya sebagai atlet gulat pertama Tuban yang berhasil menyabet medali emas di level internasional. Satu kata: membanggakan!
Semua itu tidak lepas dari kesungguhan dan keuletannya dalam menantang ketidakmungkinan.
‘’Awalnya keluarga sempat cemas dan was-was dengan pilihan saya ini (menjadi atlet gulat, Red).
Tapi saya tidak pernah ragu untuk terus membuktikan,’’ ujarnya, lantas pelan-pelan menumbuhkan rasa yakin kepada kedua orang tuanya dengan rentetan prestasi yang berhasil dipersembahkannya.
Tak hanya prestasi, sederet beasiswa pun turut mengalir deras hingga membawanya sekarang ini menempuh S2 Pendidikan Olahraga di Universitas Negeri Malang.
Padahal, dulu sering kali diremehkan. Maklum, dari postur tubuhnya memang terkesan tidak meyakinkan.
Lebih kurus dibandingkan dengan atlet gulat pada umumnya.
Tapi siapa sangka, itulah yang malah menjadi keunggulannya. Gesitnya bukannya main.
Saat bertanding, dengan cepat dia mampu melumpuhkan lawan-lawannya.
Kini, sudah tidak terhitung berapa banyak prestasi yang diraih alumni SMAN Olahraga Sidoarjo itu.
Terbaru, meraih medali emas di ajang Korea Open International Tournament 2024 yang digelar pada 22-24 November lalu.
‘’Alhamdulillah, jadi semakin termotivasi untuk terus melangkah lebih jauh lagi,’’ ucap alumni S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Negeri Malang itu.
Setelah memenangkan kompetisi di Korea, gadis kelahiran 2001 itu langsung terbang mengikuti pemusatan pelatihan nasional (pelatnas) untuk menatap Sea Games 2025 mendatang.
‘’Mohon doanya semoga bisa kembali membawa medali untuk merah putih,’’ harapnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama