RADARTUBAN - Ada yang tidak sinkron antara harga sapi dengan nilai jual daging sapi di pasaran. Meski jamak diamini bahwa harga sapi anjlok hingga Rp 4 juta per ekor lantaran imbas wabah PMK.
Namun, ternyata harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional masih stabil di angka Rp 115 ribu per kilogram (kg).
‘’Yang turun itu anemo pembeli. Untuk harga dagingnya masih stabil, Rp 115 ribu per kg,’’ kata Ari, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Baru Tuban kepada Jawa Pos Radar Tuban Selasa (28/1).
Disampaikan Ari, lantaran sepinya pembeli tersebut, omzet jualannya dalam beberapa pekan terakhir ini mengalami penurunan cukup signifikan. Meski demikian, dirinya tidak menanggung kerugian seperti yang dialami oleh peternak sapi yang harga anjlok tidak terkendali.
‘’Yang sepi itu pembeli dari rumah tangga. Untungnya, saya punya pelanggan tetap dari rumah makan dan penjual bakso, sehingga masih cukup stabil,’’ ujar pedagang asal Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding itu.
Disampaikan Ari, jika di hari biasa—sebelum PMK mewabah, rata-rata dalam sehari mampu menjual hingga 2,5 kuintal daging sapi, kini mentok hanya kisaran 1,5 kuintal per hari.
‘’Biasanya hanya berjualan sampai jam 8 sudah habis, sekarang sampai siang kadang masih sisa,’’ tandasnya.
Kondisi yang sama juga diungkapkan Vida, penjual daging sapi lainnya. Dia mengaku omzetnya turun hingga 15 persen akibat wabah PMK.
‘’Padahal, daging yang disembelih sudah dipastikan aman dari penyakit, tapi minat pembeli menurun,’’ bebernya.
Terpisah, Kabid Perdagangan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Tuban Agus Setiawan menyampaikan, harga daging sapi di pasaran terpantau masih stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
‘’Masyarakat perlu mengetahui bahwa daging sapi di pasaran dipastikan aman dan layak untuk dikonsumsi,’’ jelas dia. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama