Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Khoirul Ummah, Ambil Jurusan Agribisnis dan Ingin Menjadi Petani

Sugiati. • Rabu, 29 Januari 2025 | 22:30 WIB

 

Photo
Photo

RADARTUBAN - Berbeda dengan anak muda pada umumnya—yang prefer sebagai pekerja kantoran, Khoirul Ummah memilih jalan yang tidak “umum”.

Dengan modal pendidikan jurusan agribisnis, cewek yang karib disapa Ummah ini berkeinginan menjadi seorang petani—meneruskan pekerjaan kedua orang tuanya.

‘’Saya sudah lama ingin menjadi seorang petani, makanya mengambil jurusan agribisnis, di fakultas pertanian,’’ ujarnya.

Ditegaskan dia, menjadi petani bukan hal buruk bagi anak muda. Sebaliknya, petani merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan keren.

Tergantung bagaimana kita mampu mengembangkan pertanian dengan baik.

‘’Menjadi petani itu luar biasa,’’ tuturnya bangga menjadi bagian dari anak petani.

Lebih lanjut, alumnus Universitas Brawijaya itu mengatakan, kecintaannya terhadap dunia pertanian dia rawat sejak kecil karena lingkungan, hingga memutuskan untuk mendalaminya saat masuk di bangku perkuliahan.

‘’Bapak memang petani dan saya sering ikut ke sawah mengirim makanan. Sampai akhirnya saya tertarik,” ujar dara asal Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel itu.

Menurut gadis berparas ayu tersebut, bertani adalah bentuk regenerasi, kalau bukan anak muda yang memulai, lalu siapa yang akan meneruskan perjuangan petani-petani terdahulu.

‘’Maka dari itu, saya sering melakukan penyuluhan kepada para petani dari ilmu yang saya dapat di perkuliahan,” tutur cewek yang akan genap berusia 23 pada 24 Juni nanti itu.

Meskipun menjadi petani milenial adalah keinginan yang sampai saat ini konsisten dia rawat dan usahakan, tidak jarang orang-orang sekitar mempertanyakan prospek jurusan yang diambil tersebut.

‘’Banyak juga yang bilang, kuliah hebat tapi keinginannya jadi petani,” ujarnya, namun niatnya menjadi muda tidak pernah ciut. (gik/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#ndhuk #ndhuk tuban #Nduk Tuban #Nduk Radar Tuban