Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tradisi Fang Sheng Jadi Berkah Pedagang Burung Pipit di Tuban

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 30 Januari 2025 | 22:30 WIB
Pedagang burung pipit sedang memeriksa dagangannya sebelum diserbu oleh jemaat TITD Klenteng Kwan Sing Bio, Rabu (29/1).
Pedagang burung pipit sedang memeriksa dagangannya sebelum diserbu oleh jemaat TITD Klenteng Kwan Sing Bio, Rabu (29/1).

RADARTUBAN - Perayaan Tahun Baru Imlek kemarin turut memberikan berkah bagi pedagang burung pipit. Itu menyusul adanya tradisi Fang Sheng atau pelepasan burung pipit sebagai simbol buang sial.

Berkah dari tradisi Fang Sheng itu salah salah satunya dirasakan Sucip. Pedagang burung pipit asal Jombang ini mengaku sudah tiba di Tuban sejak dua hari lalu. Dan sudah menjadi kebiasaan saban perayaan Imlek.

‘’Ini seperti menjadi ladang kami mencari rezeki. Setiap kali Imlek dan ulang tahun Klentang Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, saya dan teman-teman pedagang burung pipit selalu datang ke sini,’’ tuturnya saat ditemui wartawan koran ini di depan klenteng, Jalan RE Martadinata itu.

Dengan mengendarai motor, Sucip membawa kurang lebih 600 burung pipit yang dia masukkan ke dalam sangkar untuk dijual di depan Klenteng Kwan Sing Bio. Per ekor burung dijual Rp 2000.

‘’Setelah selesai ibadah mereka (umat Konghucu, Red) akan beli burung pipit secara borongan, biasanya sesuai usia,’’ tuturnya.

Terpisah, pengurus Klenteng Kwan Sing Bio, Liliana menuturkan, burung-burung pipit yang dibeli oleh jemaat itu nantinya akan di­lepas kembali ke alam.

‘’Ini na­manya tradisi Fang Sheng atau pe­lepasan burung pipit. Tradisi ini kami yakini sebagai simbol membuang sial dan mendatangkan keberuntungan,’’ terangnya.

Lebih lanjut, Liliana menyam­paikan, burung pipit dibeli oleh jemaat sesuai dengan jumlah umurnya.

Namun, umumnya akan ditambah­kan satu angka lagi sesuai dengan tradisi masya­rakat Tion­ghoa. Mi­sal­nya, jemaat ber­usia 20 tahun, maka akan beli 21 ekor bu­rung untuk diterbangkan.

Selain burung pipit, Fang Sheng juga dapat dilaku­kan melalui media hewan laut seperti penyu. ‘’Tetapi di sini cukup jarang meng­gunakan media pe­nyu, karena harganya mahal,’’ tandasnya. (saf/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#burung #imlek #tradisi #Pipit #pelepasan #berkah #buang sial