RADARTUBAN – Tim pengendali inflasi daerah (TPID) mengklaim bahwa angka inflasi di Tuban dalam delapan bulan terakhir tergolong stabil.
Tercatat pada April 2024 lalu sebesar 3,25 persen, lalu hanya turun 1,51 persen di akhir tahun.
‘’Untuk angka (inflasi, Red) bulan ini memang belum ada, tapi kami optimistis angka inflasi berkisar 1,51 persen. Tidak jauh beda dengan Desember lalu,’’ kata Ketua TPID Tuban Endro Budi Sulistyo.
Disampaikan Endro, di antara program yang disiapkan untuk mengendalikan inflasi adalah pasar murah dan ketahanan pangan.
Khusus pasar murah merupakan program saban tahun yang selalu dilakukan TPID setiap terjadi lonjakan harga kebutuhan bahan pokok.
‘’Beberapa waktu lalu rapat bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pengendalian inflasi. Dan salah satunya diminta untuk mengoptimalkan program ketahanan pangan dengan meningkatkan produksi,’’ ujarnya dan tahun ini targetnya memperluas area tanam, pengembangan inovasi alsintan, dan peningkatan kesejahteraan petani.
Pada bagian lain, pemkab juga bekerja sama dengan Bulog untuk menyerap beras dari petani. Targetnya, hingga 3 juta ton.
‘’Kini, kami bersama dengan dinas terkait akan melakukan pemetaan wilayah pertanian. Kemudian, setiap kecamatan akan mendapat target jumlah gabah yang akan diserap,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama